KERJA SAMA ALLAH SWT
Pagi-pagi banget pak Jamil nyamperin rumah ustadz Jamal yang kebetulan beliau sedang baca Al-Qur’an diteras rumah, “ Assalaamu’alaikum “ sapa pak Jamil. “ Wa’alaikum salam warahmatullah, aduh-aduh pagi-pagi banget nih, ada yang mau dibagi-bagi kah ? “ jawab ustadz Jamal sambil nyindir. “ betul nih tadz, saya mau bagi-bagi masalah “. “ what ? what your problem ? why ? why you have problem but actually Allah is very very give about anything you want and you need ?”. “ wah sejak kapan ustadz keinggris-inggrisan gini “. “ emang ente doang yang harus ngerti bahasa asing, usatadz juga harus gaul dong biar punya temen bule sejagad “. “ to the point ya tadz, gini, saya ini kan udah ibadah sholat wajib, sholat dhuha, sholat tahjjud, sedekah, puasa sunnah, dan segudang ibadah lainnya, tapi nasib saya kok masih gini-gini aja tadz, utang masing menggunung, bisnis gak bangkit-bangkit, keluarga makin berantakan, apa salah saya usatdz kok do’a saya belum juga terkabul ? “. “ he he he… is easy, Allah is making light of our problems, don’t complicated, mungkin pak Jamil masih punya utang atau belum serius kerja sama Allah SWT ! “ .
------------------------------------------------
“ Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir “,( Al-Ma’arij :19-21 )
Sahabat, kira-kira bagaimana sikap kita ketika kita sebagai seorang atasan memberikan kepada bawahan kita sebuah ruang kerja dengan segala fasiltasnya agar bisa bekerja secara maksimal, tapi ternyata bawahan kita tadi bukannya bekerja tetapi malah nyantai, tidur-tiduran, main game , kerja juga tidak serius, nah ketika pekerjaan tidak kunjung kelar dan masalah mulai rumit, rekan kerjanya mulai menegur tapi dengan entengnya dia jawab “ santai aja kalie bro, boss kita itu orangnya sangat pemaaf “ . “ emangnya kalau ente dimaafin boss kita terus kerjaan itu bisa kelar begitu saja ? mimpi kalie….“.
Sesabar apapun kita, ketika melihat orang seperti ini pasti muak dan ingin segera mereposisi dia ke bagian jongos. Tidak jauh beda dengan kita dihadapan Allah SWT, kita ini adalah karyawan / pegawai Allah SWT, kita diberi segala fasilitas super canggih yang ada dalam diri kita dan diluar diri kita, semuanya GIVEN ( pemberian tanpa mengeluarkan modal apapun ), lalu kita disuruh kerja yang tidak membutuhkan modal yang besar bahkan nyaris tanpa modal, kita dikasih jatah waktu 24 jam terus kita disuruh sholat Cuma 5 menit x 5 waktu = 25 menit, kita diberi berbagai macam kekayaan dan kenikmatan terus kita disuruh keluarin zakat Cuma 2,5% dan infaq seikhlasnya, kita disuruh haji yang ongkosnya masih lebih mahal dari mobil kita, kita bisa makan semau kita selama setahun terus kita suruh menahan diri selama sebulan Ramadhan saja, kita juga diberi KITAB SOLUSI ( Al-Qur’an ) agar hidup kita tidak tersesat dan tidak nabrak sana nabrak sini lalu kita diperintah untuk membaca dan memahami kitab tersebut sedikit demi sedikit agar waktu 24 jam itu tidak terlalu sia-sia.
Semudah itulah Allah memberi pekerjaan kepada kita dengan balasan yang tiada tara baik di dunia saat ini apalagi di Akhirat kelak. Lalu coba kita kalkulasi SEJAK KITA BALIGH SAMPAI SAAT INI pekerjaan dari Allah yang mana yang sudah benar-benar kita lakukan secara maksimal ?
SHOLAT ? berapa waktu yang pernah kita tinggalkan ? itu adalah hutang yang harus dibayar dan inilah yang membuat kita terlilit hutang , berapa waktu Sholat yang kita kerjakan asal-asalan, itu adalah keteledoran yang akan menuai masalah dalam kehidupan kita!, berapa waktu Sholat yang kita kerjakan tapi tidak tepat waktu, itu adalah absen keterlambatan dalam bekerja yang akan berakibat tertundanya upah/balasan dari Allah SWT. Jangan sampai Sholat kita hanya sekedar formalitas bukan sebuah perwujudan dari rasa pengabdian dan rasa rindu berjumpa denganNYA.
ZAKAT/SEDEKAH ? dari seluruh kekayaan yang kita simpan dan seluruh kenikmatan yang selama ini kita reguk coba kita rasakan sudah porporsionalkah antara yang kita nikmati selama ini dengan yang kita keluarkan untuk saudara-saudara kita dan untuk kemuliaan Islam dan Kaum Muslimin ? lho kan kewajiban kita Cuma 2,5% setahun ? betul gak salah, itu adalah angka UJIAN CINTA kepada sesama manusia, bukankah orang yang beriman itu sangat mencintai Allah ? bukti kecintaan kita kepada Allah adalah ketika kita berupaya MENOLONG AGAMA ALLAH, mungkinkan Agama Allah saat ini bisa tertolong hanya dengan 2,5% setahun dari kekayaan kita ? sementara para Generasi dan Pejuang Agama Allah harus terseok-seok membutuhkan pertolongan kita setiap harinya !. Bukankah kita ingin meraih CINTA dariNYA ? karena dengan CINTANYA, maka mata kita adalah mataNYA artinya apapun yang kita lihat akan kita tangkap sebagai Peluang. Telinga kita adalah TelingaNYA artinya apapun yang kita dengar menjadi informasi peluang yang akurat, hati dan perasaan kita adalah PerasaanNYA artinya Perasaan kita mampu memanggil dan menghadirkan segala macam bentuk Peluang. Kalau sudah demikian adanya mungkinkah kita hidup dalam kemiskinan ? mampu kaya seperti apapun kita bisa, mau menolong siapapun kita mampu.
Jangan sampai Zakat/Sedekah kita hanya sekedar seremoni belaka tetapi merupakan wujud kegigihan kita meraih CINTA dariNYA.
PUASA ? berapa hari yang sengaja kita tinggalkan, dan berapa hari yang masih terhutang ? ini juga hutang yang harus segera dibayar jika kita tidak ingin terlilit hutang ?. selama ini bagaimana kualitas Puasa kita ? hanya sekedar menahan lapar dan dahaga sebagaimana kebanyakan orang berpuasa atau dalam rangka mengasah ketajaman perasaan Cinta kepada sesama juga Cinta kepadaNYA ?
HAJI ? seberapa rindukah kita untuk berkunjung ke Rumah Allah menjadi Tamu Allah ? bandingkan dengan besarnya kerinduan kita, ketika kita ingin segera pergi ke tempat kerja karena baru pertama kali mendapatkan surat panggilan kerja ? atau rindu ketemu calon mempelai kita dan detik-detik akad nikah ketika lamaran kita sudah diterima, rindu akan segera terbitnya SPK mega proyek karena presentasi kita telah diterima ? rindu akan dapatnya gaji dan bonus pertama kali yang cukup menggiurkan dari perusahaan kita ?. Haji adalah sebuah wujud kerinduan untuk merasakan kebesaran dan keagungan Allah SWT.
Sahabat, seringkali kita baru saja mulai menanam benih-benih kebajikan dan membayar hutang-hutang kita kepada Allah SWT langsung serta merta menuntut hasil atau balasan sesegera mungkin. Bukankah hari ini kita tanam cabe besok belum bisa memanen cabe tersebut ? bukankah hari ini kita pelihara ikan Lele besok juga tidak bisa langsung panen lele tersebut ? bukankah hari ini kita baru mulai masuk kerja besok kita tidak bisa mengambil gaji ? tetapi ketika yang kita tanam hari ini adalah CINTA seketika itu juga cinta yang lebih besar akan kita rasakan, apalagi kalau kita investasikan segala sesuatu atas dasar Kerinduan dan Cinta kita kepada Allah SWT, maka rasakanlah betapa begitu besarnya Cinta Allah kepada kita !!!
Bersama Rumah Yatim Indonesia mari kita semai bersama Cinta kita kepada Allah SWT, http://www.rumah-yatim-indonesia.org/
BONUS POSTER MOTIVASI silahkan klik dibawah ini untuk DOWNLOAD
http://www.ziddu.com/download/13810299/POSTER7copy.jpg.html
------------------------------------------------
“ Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir “,( Al-Ma’arij :19-21 )
Sahabat, kira-kira bagaimana sikap kita ketika kita sebagai seorang atasan memberikan kepada bawahan kita sebuah ruang kerja dengan segala fasiltasnya agar bisa bekerja secara maksimal, tapi ternyata bawahan kita tadi bukannya bekerja tetapi malah nyantai, tidur-tiduran, main game , kerja juga tidak serius, nah ketika pekerjaan tidak kunjung kelar dan masalah mulai rumit, rekan kerjanya mulai menegur tapi dengan entengnya dia jawab “ santai aja kalie bro, boss kita itu orangnya sangat pemaaf “ . “ emangnya kalau ente dimaafin boss kita terus kerjaan itu bisa kelar begitu saja ? mimpi kalie….“.
Sesabar apapun kita, ketika melihat orang seperti ini pasti muak dan ingin segera mereposisi dia ke bagian jongos. Tidak jauh beda dengan kita dihadapan Allah SWT, kita ini adalah karyawan / pegawai Allah SWT, kita diberi segala fasilitas super canggih yang ada dalam diri kita dan diluar diri kita, semuanya GIVEN ( pemberian tanpa mengeluarkan modal apapun ), lalu kita disuruh kerja yang tidak membutuhkan modal yang besar bahkan nyaris tanpa modal, kita dikasih jatah waktu 24 jam terus kita disuruh sholat Cuma 5 menit x 5 waktu = 25 menit, kita diberi berbagai macam kekayaan dan kenikmatan terus kita disuruh keluarin zakat Cuma 2,5% dan infaq seikhlasnya, kita disuruh haji yang ongkosnya masih lebih mahal dari mobil kita, kita bisa makan semau kita selama setahun terus kita suruh menahan diri selama sebulan Ramadhan saja, kita juga diberi KITAB SOLUSI ( Al-Qur’an ) agar hidup kita tidak tersesat dan tidak nabrak sana nabrak sini lalu kita diperintah untuk membaca dan memahami kitab tersebut sedikit demi sedikit agar waktu 24 jam itu tidak terlalu sia-sia.
Semudah itulah Allah memberi pekerjaan kepada kita dengan balasan yang tiada tara baik di dunia saat ini apalagi di Akhirat kelak. Lalu coba kita kalkulasi SEJAK KITA BALIGH SAMPAI SAAT INI pekerjaan dari Allah yang mana yang sudah benar-benar kita lakukan secara maksimal ?
SHOLAT ? berapa waktu yang pernah kita tinggalkan ? itu adalah hutang yang harus dibayar dan inilah yang membuat kita terlilit hutang , berapa waktu Sholat yang kita kerjakan asal-asalan, itu adalah keteledoran yang akan menuai masalah dalam kehidupan kita!, berapa waktu Sholat yang kita kerjakan tapi tidak tepat waktu, itu adalah absen keterlambatan dalam bekerja yang akan berakibat tertundanya upah/balasan dari Allah SWT. Jangan sampai Sholat kita hanya sekedar formalitas bukan sebuah perwujudan dari rasa pengabdian dan rasa rindu berjumpa denganNYA.
ZAKAT/SEDEKAH ? dari seluruh kekayaan yang kita simpan dan seluruh kenikmatan yang selama ini kita reguk coba kita rasakan sudah porporsionalkah antara yang kita nikmati selama ini dengan yang kita keluarkan untuk saudara-saudara kita dan untuk kemuliaan Islam dan Kaum Muslimin ? lho kan kewajiban kita Cuma 2,5% setahun ? betul gak salah, itu adalah angka UJIAN CINTA kepada sesama manusia, bukankah orang yang beriman itu sangat mencintai Allah ? bukti kecintaan kita kepada Allah adalah ketika kita berupaya MENOLONG AGAMA ALLAH, mungkinkan Agama Allah saat ini bisa tertolong hanya dengan 2,5% setahun dari kekayaan kita ? sementara para Generasi dan Pejuang Agama Allah harus terseok-seok membutuhkan pertolongan kita setiap harinya !. Bukankah kita ingin meraih CINTA dariNYA ? karena dengan CINTANYA, maka mata kita adalah mataNYA artinya apapun yang kita lihat akan kita tangkap sebagai Peluang. Telinga kita adalah TelingaNYA artinya apapun yang kita dengar menjadi informasi peluang yang akurat, hati dan perasaan kita adalah PerasaanNYA artinya Perasaan kita mampu memanggil dan menghadirkan segala macam bentuk Peluang. Kalau sudah demikian adanya mungkinkah kita hidup dalam kemiskinan ? mampu kaya seperti apapun kita bisa, mau menolong siapapun kita mampu.
Jangan sampai Zakat/Sedekah kita hanya sekedar seremoni belaka tetapi merupakan wujud kegigihan kita meraih CINTA dariNYA.
PUASA ? berapa hari yang sengaja kita tinggalkan, dan berapa hari yang masih terhutang ? ini juga hutang yang harus segera dibayar jika kita tidak ingin terlilit hutang ?. selama ini bagaimana kualitas Puasa kita ? hanya sekedar menahan lapar dan dahaga sebagaimana kebanyakan orang berpuasa atau dalam rangka mengasah ketajaman perasaan Cinta kepada sesama juga Cinta kepadaNYA ?
HAJI ? seberapa rindukah kita untuk berkunjung ke Rumah Allah menjadi Tamu Allah ? bandingkan dengan besarnya kerinduan kita, ketika kita ingin segera pergi ke tempat kerja karena baru pertama kali mendapatkan surat panggilan kerja ? atau rindu ketemu calon mempelai kita dan detik-detik akad nikah ketika lamaran kita sudah diterima, rindu akan segera terbitnya SPK mega proyek karena presentasi kita telah diterima ? rindu akan dapatnya gaji dan bonus pertama kali yang cukup menggiurkan dari perusahaan kita ?. Haji adalah sebuah wujud kerinduan untuk merasakan kebesaran dan keagungan Allah SWT.
Sahabat, seringkali kita baru saja mulai menanam benih-benih kebajikan dan membayar hutang-hutang kita kepada Allah SWT langsung serta merta menuntut hasil atau balasan sesegera mungkin. Bukankah hari ini kita tanam cabe besok belum bisa memanen cabe tersebut ? bukankah hari ini kita pelihara ikan Lele besok juga tidak bisa langsung panen lele tersebut ? bukankah hari ini kita baru mulai masuk kerja besok kita tidak bisa mengambil gaji ? tetapi ketika yang kita tanam hari ini adalah CINTA seketika itu juga cinta yang lebih besar akan kita rasakan, apalagi kalau kita investasikan segala sesuatu atas dasar Kerinduan dan Cinta kita kepada Allah SWT, maka rasakanlah betapa begitu besarnya Cinta Allah kepada kita !!!
Bersama Rumah Yatim Indonesia mari kita semai bersama Cinta kita kepada Allah SWT, http://www.rumah-yatim-indonesia.org/
BONUS POSTER MOTIVASI silahkan klik dibawah ini untuk DOWNLOAD
http://www.ziddu.com/download/13810299/POSTER7copy.jpg.html
SURAT CINTA
Sahabat Sukses Rumah Yatim Indonesia, semoga Allah senantiasa melimpahkan kepada kita semua segala bentuk kemudahan atas segala problem yang sedang kita hadapi saat ini, amin
Suatu hari Jamelah ditanya oleh pak Jamil suaminya, “ sayang boleh saya tau, seberapa persen cintamu kepadaku ? “. “ Emm…, 1 % “ jawab Jamelah mantap. “ ha…? Cuma 1 persen saja, jadi kamu nikah sama aku ini sepertinya gak ada rasa cinta, asal kamu tau ya sayang aku nikahi kamu itu karena aku 100% cinta sama kamu “ tukas pak Jamil. “ ah masa sih… gombal kalie…? Berarti kalau aku mati sekarang, kamu mau ikut aku mati juga ? nggak kan ? atau kalau ada gadis yang lebih cantik dari aku menawarkan diri untuk kamu nikahi, apa kamu akan menolak ? he he jujur aja, pasti mau kan…? Kalau aku berikan 100% cintaku padamu, apa aku dapat segala-galanya darimu ? apa kamu bisa memberikan kecantikan lagi jika aku sudah nenek2, atau bisakah memberi kesebuhan atau nyawa tambahan jika aku sakit keras dan sekarat ? “ balas Jamelah. “ lha terus kamu nikah sama aku ini atas dasar apa ? “ serang pak Jamil. “ ya atas dasar perintah dan kesyukuranku karena kita dipertemukan oleh Sang Kekasih kita, karena itulah Kekasihku itu menumbuhkan cinta dan kesetianku kepadamu, jadi kalau kamu tidak membalas Cinta dan Kesetiaanku berarti kamu tidak mencintai Sang Kekasih yang telah mempertemukan kita, Sesungguhnya Sholatku, Ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam “.
-------------------------------
Sahabat, saking cintanya Allah SWT kepada kita, kita dihidupkan di dunia ini . karena CintaNYA kita dicukupi segala kebutuhan kita, karena CintaNYA ditundukkan segala makhluk ciptaanNYA untuk kita kelola dan kita manfaatkan untuk memenuhi segala hajat kita. Karena CintaNYA kita diberi pasangan hidup untuk saling berbagi dan saling memuaskan. Karena CintaNYA kita diberi Pendengaran, penglihatan dan perasaan untuk dapat mengenali rasa CintaNYA. Karena cintaNYA kita diberikan SURAT CINTA agar tidak tersesat dan berpaling dari CintaNYA.
…. Ada 114 SURAT CINTA yang telah dititipkan kepada kita saat ini sampai akhir hayat kita nanti…..
Ketika kita masih kanak-kanak, Surat Cinta itu laksana kawan sejati kita
Dengan wudhlu, kita sentuh Surat Cinta itu dalam keadaan suci…
Kita pegang, kita junjung tinggi dan kita pelajari…
Surat Cinta itu kita baca dengan suara lirih dan indah setiap hari
Setelah usai kita pun mencium Surat Cinta itu dengan mesra, mesra sekali…
Sekarang kita telah dewasa…
Nampaknya kita tidak berminat lagi membaca Surat Cinta itu...?
Apakah Surat Cinta itu tinggal sejarah...?
mungkin menurut kita Surat Cinta itu tidak dapat menambah ilmu dan pengetahuan kita
Atau mungkin Surat Cinta itu hanya cocok untuk anak kecil saja….
Sekarang Surat Cinta itu, kita simpan dengan rapinya, rapi….. sekali
hingga kadang kita lupa dimana menyimpannya… sampai debu tebal membalutnya
Surat Cinta itu sudah kita anggap sebagai perhiasan rumah kita belaka
Seringkali kita jadikan maskawin agar kita dianggap bertaqwa
Atau kita buat penangkal untuk menakuti Jin dan setan yang selalu menggoda
Kini Surat Cinta itu lebih banyak tersingkir, kita biarkan dalam kesendirian, dalam kesepian
di atas lemari, didalam laci, padam dan tak menggairahkan lagi
Dulu ..pagi pagi..di rumah-rumah, kita bacakan beberapa halaman Surat Cinta itu …
Sore harinya, kita baca beramai-ramai bersama teman-teman kita di surau….
Sekarang pagi-pagi sambil minum kopi…
Kita baca koran pagi atau nonton berita tv...
Waktu senggang kita sempatkan membaca buku dan novel yang terbit terkini
Sedangkan Surat Cinta yang dikirim dari Allah yang menghidupkan dan member penghidupan kepada kita , Kita campakkan, kita lupakan…
Waktu berangkat kerjapun kadang kita lupa baca pembukaan Surat Cinta itu
sepanjang perjalanan kita lebih asik menikmati musik dan berita terkini
Tidak ada kaset atau CD berisi Surat Cinta itu yang terdapat dalam laci mobil kita
Di meja kerja kita tidak ada Surat Cinta itu untuk kita baca sebelum kita mulai kerja
E-mail teman kita yang ada Surat Cinta itu pun kadang kita abaikan
Kita terlalu sibuk dengan urusan dunia kita…
Akankah kita benar-benar melupakan Surat Cinta itu ?
Bila malam tiba kita tahan nongkrong berjam-jam di depan tv
Menonton pertandingan liga inggris, italia, Timnas, musik, film atau sinetron laga
Waktupun cepat berlalu…. Surat Cinta itu semakin kusam dalam lemari
Mengepul debu, dilapisi abu, dan mungkin dimakan kutu…
mungkin hanya awal bulan ramadhan kita membaca kembali Surat Cinta itu
Itupun hanya beberapa lembar saja…
Dengan suara dan lafadl yang sudah kaku dan tidak semerdu dulu…
Mungkin Surat Cinta itu sudah tergantikan dengan Surat Cinta yang baru,
Dari pacar atau selingkuhan kita
Mungkin juga buku rekening, sertifikat, saham dan surat-berharga lainnya telah menjadi Surat Cinta yang baru dalm hidup kita.
Padahal…..
Surat Cinta itulah tiket satu-satunya untuk dapat kembali kepada CINTANYA
Dengan Surat Cinta itu kehidupan kita saat ini akan lebih mudah dan indah
Dengan Surat Cinta itu kita bisa memasuki SorgaNYA
Dengan Surat Cinta itu kita akan bisa bercinta dengan para Bidadari-BidadaraNYA
Dengan Surat Cinta itu kita akan selalu dalam Dekapan CintaNYA
Adakah yang lebih tinggi diatas CintaNYA
Dengan CintaNYA, mata kita akan menjadi MataNYA ketika kita melihat
Dengan CintaNYA, Telinga kita akan menjadi TelingaNYa ketika kita mendengar
Dengan CintaNYA, kaki kita akan menjadi KakiNYA ketika kita berjalan
Dengan CintaNYA, tangan kita akan menjadi TanganNYA ketika kita melempar
Masih ragukah kita dengan Surat CintaNYA ?
114 Surat CintaNYA telah dikirimkan kepada kita
Sudah berapa halaman yang kita baca hari ini ?
Sudah berapa surat yang sudah kita pahami ?
Masih berapa surat yang belum kita mengerti ?
Ataukah kita hanya berdiam diri ?
Ingat ! tanpa Cinta dariNYA, hidup kita ini tak akan pernah ada arti apapun
Ya….. Surat Cinta itu adalah Kitab Suci dari Allah Yang Maha Tinggi…
Adalah Al-Qur’an sumber segala inspirasi …….
Dialah Allah yang sangat rindu melihat kita membaca kembali Surat CintaNYA
Tidak rindukah kita kepadaNYA ataukah kita sudah tidak mengenaliNYA ?
Bagaimana mungkin kita mampu mengenalNYA dengan baik,
sementara dengan Surat CintaNYA kita lalai
kalau demikian halnya, mungkinkah ratapan kita akan didengarNYA ?
Allah telah berfirman:
Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur'an ini suatu yang diacuhkan". (QS. Al Furqan : 30).
Mari buktikan cinta kita kepadaNYA dengan membaca kembali Surat CintaNYA, dan membantu mereka yang ingin memiliki dan menghafal Surat CintaNYA serta mencintaiNYA dalam Program Wakaf Al-Qur’an bersama Rumah Yatim Indonesia.
info lengkap program silahkan kilik saja halaman FB RYI disini : http://www.facebook.com/pages/Rumah-Yatim-Indonesia/54017882007?v=info atau di : http://www.rumah-yatim-indonesia.org/
Sahabat Sukses Rumah Yatim Indonesia, semoga Allah senantiasa melimpahkan kepada kita semua segala bentuk kemudahan atas segala problem yang sedang kita hadapi saat ini, amin
Suatu hari Jamelah ditanya oleh pak Jamil suaminya, “ sayang boleh saya tau, seberapa persen cintamu kepadaku ? “. “ Emm…, 1 % “ jawab Jamelah mantap. “ ha…? Cuma 1 persen saja, jadi kamu nikah sama aku ini sepertinya gak ada rasa cinta, asal kamu tau ya sayang aku nikahi kamu itu karena aku 100% cinta sama kamu “ tukas pak Jamil. “ ah masa sih… gombal kalie…? Berarti kalau aku mati sekarang, kamu mau ikut aku mati juga ? nggak kan ? atau kalau ada gadis yang lebih cantik dari aku menawarkan diri untuk kamu nikahi, apa kamu akan menolak ? he he jujur aja, pasti mau kan…? Kalau aku berikan 100% cintaku padamu, apa aku dapat segala-galanya darimu ? apa kamu bisa memberikan kecantikan lagi jika aku sudah nenek2, atau bisakah memberi kesebuhan atau nyawa tambahan jika aku sakit keras dan sekarat ? “ balas Jamelah. “ lha terus kamu nikah sama aku ini atas dasar apa ? “ serang pak Jamil. “ ya atas dasar perintah dan kesyukuranku karena kita dipertemukan oleh Sang Kekasih kita, karena itulah Kekasihku itu menumbuhkan cinta dan kesetianku kepadamu, jadi kalau kamu tidak membalas Cinta dan Kesetiaanku berarti kamu tidak mencintai Sang Kekasih yang telah mempertemukan kita, Sesungguhnya Sholatku, Ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam “.
-------------------------------
Sahabat, saking cintanya Allah SWT kepada kita, kita dihidupkan di dunia ini . karena CintaNYA kita dicukupi segala kebutuhan kita, karena CintaNYA ditundukkan segala makhluk ciptaanNYA untuk kita kelola dan kita manfaatkan untuk memenuhi segala hajat kita. Karena CintaNYA kita diberi pasangan hidup untuk saling berbagi dan saling memuaskan. Karena CintaNYA kita diberi Pendengaran, penglihatan dan perasaan untuk dapat mengenali rasa CintaNYA. Karena cintaNYA kita diberikan SURAT CINTA agar tidak tersesat dan berpaling dari CintaNYA.
…. Ada 114 SURAT CINTA yang telah dititipkan kepada kita saat ini sampai akhir hayat kita nanti…..
Ketika kita masih kanak-kanak, Surat Cinta itu laksana kawan sejati kita
Dengan wudhlu, kita sentuh Surat Cinta itu dalam keadaan suci…
Kita pegang, kita junjung tinggi dan kita pelajari…
Surat Cinta itu kita baca dengan suara lirih dan indah setiap hari
Setelah usai kita pun mencium Surat Cinta itu dengan mesra, mesra sekali…
Sekarang kita telah dewasa…
Nampaknya kita tidak berminat lagi membaca Surat Cinta itu...?
Apakah Surat Cinta itu tinggal sejarah...?
mungkin menurut kita Surat Cinta itu tidak dapat menambah ilmu dan pengetahuan kita
Atau mungkin Surat Cinta itu hanya cocok untuk anak kecil saja….
Sekarang Surat Cinta itu, kita simpan dengan rapinya, rapi….. sekali
hingga kadang kita lupa dimana menyimpannya… sampai debu tebal membalutnya
Surat Cinta itu sudah kita anggap sebagai perhiasan rumah kita belaka
Seringkali kita jadikan maskawin agar kita dianggap bertaqwa
Atau kita buat penangkal untuk menakuti Jin dan setan yang selalu menggoda
Kini Surat Cinta itu lebih banyak tersingkir, kita biarkan dalam kesendirian, dalam kesepian
di atas lemari, didalam laci, padam dan tak menggairahkan lagi
Dulu ..pagi pagi..di rumah-rumah, kita bacakan beberapa halaman Surat Cinta itu …
Sore harinya, kita baca beramai-ramai bersama teman-teman kita di surau….
Sekarang pagi-pagi sambil minum kopi…
Kita baca koran pagi atau nonton berita tv...
Waktu senggang kita sempatkan membaca buku dan novel yang terbit terkini
Sedangkan Surat Cinta yang dikirim dari Allah yang menghidupkan dan member penghidupan kepada kita , Kita campakkan, kita lupakan…
Waktu berangkat kerjapun kadang kita lupa baca pembukaan Surat Cinta itu
sepanjang perjalanan kita lebih asik menikmati musik dan berita terkini
Tidak ada kaset atau CD berisi Surat Cinta itu yang terdapat dalam laci mobil kita
Di meja kerja kita tidak ada Surat Cinta itu untuk kita baca sebelum kita mulai kerja
E-mail teman kita yang ada Surat Cinta itu pun kadang kita abaikan
Kita terlalu sibuk dengan urusan dunia kita…
Akankah kita benar-benar melupakan Surat Cinta itu ?
Bila malam tiba kita tahan nongkrong berjam-jam di depan tv
Menonton pertandingan liga inggris, italia, Timnas, musik, film atau sinetron laga
Waktupun cepat berlalu…. Surat Cinta itu semakin kusam dalam lemari
Mengepul debu, dilapisi abu, dan mungkin dimakan kutu…
mungkin hanya awal bulan ramadhan kita membaca kembali Surat Cinta itu
Itupun hanya beberapa lembar saja…
Dengan suara dan lafadl yang sudah kaku dan tidak semerdu dulu…
Mungkin Surat Cinta itu sudah tergantikan dengan Surat Cinta yang baru,
Dari pacar atau selingkuhan kita
Mungkin juga buku rekening, sertifikat, saham dan surat-berharga lainnya telah menjadi Surat Cinta yang baru dalm hidup kita.
Padahal…..
Surat Cinta itulah tiket satu-satunya untuk dapat kembali kepada CINTANYA
Dengan Surat Cinta itu kehidupan kita saat ini akan lebih mudah dan indah
Dengan Surat Cinta itu kita bisa memasuki SorgaNYA
Dengan Surat Cinta itu kita akan bisa bercinta dengan para Bidadari-BidadaraNYA
Dengan Surat Cinta itu kita akan selalu dalam Dekapan CintaNYA
Adakah yang lebih tinggi diatas CintaNYA
Dengan CintaNYA, mata kita akan menjadi MataNYA ketika kita melihat
Dengan CintaNYA, Telinga kita akan menjadi TelingaNYa ketika kita mendengar
Dengan CintaNYA, kaki kita akan menjadi KakiNYA ketika kita berjalan
Dengan CintaNYA, tangan kita akan menjadi TanganNYA ketika kita melempar
Masih ragukah kita dengan Surat CintaNYA ?
114 Surat CintaNYA telah dikirimkan kepada kita
Sudah berapa halaman yang kita baca hari ini ?
Sudah berapa surat yang sudah kita pahami ?
Masih berapa surat yang belum kita mengerti ?
Ataukah kita hanya berdiam diri ?
Ingat ! tanpa Cinta dariNYA, hidup kita ini tak akan pernah ada arti apapun
Ya….. Surat Cinta itu adalah Kitab Suci dari Allah Yang Maha Tinggi…
Adalah Al-Qur’an sumber segala inspirasi …….
Dialah Allah yang sangat rindu melihat kita membaca kembali Surat CintaNYA
Tidak rindukah kita kepadaNYA ataukah kita sudah tidak mengenaliNYA ?
Bagaimana mungkin kita mampu mengenalNYA dengan baik,
sementara dengan Surat CintaNYA kita lalai
kalau demikian halnya, mungkinkah ratapan kita akan didengarNYA ?
Allah telah berfirman:
Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur'an ini suatu yang diacuhkan". (QS. Al Furqan : 30).
Mari buktikan cinta kita kepadaNYA dengan membaca kembali Surat CintaNYA, dan membantu mereka yang ingin memiliki dan menghafal Surat CintaNYA serta mencintaiNYA dalam Program Wakaf Al-Qur’an bersama Rumah Yatim Indonesia.
info lengkap program silahkan kilik saja halaman FB RYI disini : http://www.facebook.com/pages/Rumah-Yatim-Indonesia/54017882007?v=info atau di : http://www.rumah-yatim-indonesia.org/
MENEBUS HUTANG
“ Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah Melipatgandakan ganti kepadanya lebih banyak. Allahlah yang Menahan dan Melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan “. ( Al-Baqoroh : 245 )
Sahabat Rumah Yatim Indonesia yang senantiasa dalan naungan Karunia dan Rahmat Allah SWT, Alhamdulillah artikel kisah-kisah Getaran Jiwa dari RYI cukup banyak diminati para member yang merasa selalu tercerahkan ketika membacanya, untuk itulah kami sangat-sangat berharap kepada Kita semua untuk sesering mungkin meng-SHARE salah-satu atau beberapa kisah-kisah tersebut yang kita minati di Facebook kita. Dengan demikian PENCERAHAN ini akan membias secara dahsyat kepada ratusan ribu member di FB kita bahkan mungkin jutaan, bayangkan saat ini member RYI kita sudah mencapai 150.000 member, jika masing-masing kita meng-SHARE kisah-kisah tersebut dan jika masing-masing kita mempunyai teman 100 saja, maka akan ada 1.500.000 orang yang akan tercerahkan. Jadi jangan pernah ragu untuk meng- SHARE, SHARE dan SHARE ……..
-----------------------------------------------------
Tidak seperti biasanya Ust.Jamal jalan terburu-buru menuju rumah Pak Jamil, “ Assalamu’alaikum “ sapa Ust.Jamal sambil mengetuk pintu rumah pak Jamil. “ wa’alaikum salam warahmatullah “ jawab pak Jamil sembari membuka pintu, “ oh… ustadz, silahkan usatdz, silahkan duduk, tumben nih ustadz… berkunjung ke gubug saya, ada yang bisa saya Bantu ustadz ? “.
“ Maaf pak Jamil, saya kemari mau menagih hutang ! “ seru Ustadz Jamal, “ wah…. Hutang yang mana ya ? kapan saya punya hutang ? seumur hidup saya ini, saya tidak pernah hutang kepada siapapun, apalagi sama ustadz ?” jawab pak Jamil setengah ngotot. “ cobalah pak Jamil ingat-ingat dulu, selama kita ini masih manusia, salah dan lupa itu kadang kita tidak sadari lho ! “ timpa Ustadz menasehati. “hem…….kapan ya ? sama siapa ya ? saya berani sumpah ustadz bahwa saya tidak pernah berhutang sama siapapun ! mungkin ustadz punya bukti kalau saya punya hutang ? “ tegas pak Jamil sambil mengingat-ingat. “ Wah banyak buktinya pak, kalau pak Jamil punya banyak hutang ! “ tegas ustadz jamal meyakinkan. “ ha….banyak buktinya ? “ pak Jamil makin kaget.
“ pak Jamil, pak Jamil…..kita setiap detik menghirup Oksigen gak pernah bayar padahal kalau di rumah sakit per galonnya berapa ?, apa itu bukan hutang ?, kita bisa melihat sekian macam keindahan Alam dan membaca berbagai pengetahuan pake lensa mata gak pernah bayar, padahal kalau kita mau nonton bioskop 3D atau 4D saja harus bayar sewa kaca matanya, apa itu bukan hutang ? kita berjalan kemana saja pake kaki gratis, coba kalau kita lumpuh kaki tanga kita, terus kemana-mana harus pake kursi roda dan tukang dorong, berapa gaji tukang dorong itu harus kita keluarkan !, dan masih banyak lagi hutang-hutang kita kepada Allah SWT, gimana masih merasa gak punya hutang ? “ jelas ustadz jamal. “ wah…. Benar itu ustadz, kalau semuanya itu harus kita bayar, hidup seribu tahunpun gak akan kebayar, bangkrut pastinya …….ha ha ha…bisa aja ustadz ini, tapi bener juga sih…..”
--------------------------------
Sahabat, sering diantara kita panik bin bingung ketika pelan tapi pasti usaha kita makin surut dan sepi sementara hutang-hutang kita masih numpuk tetapi jarang diantara kita terfikir sebenarnya seberapa besar hutang kita kepada Allah SWT mampukah kita membayarnya ? seperti kisah dialog diatas.
Secara matematis dan sekaya raya apapun kita, kita tidak akan mampu membayar hutang-hutang kita kepada Allah SWT, kita diberi pinjaman alat penglihatan, pinjaman alat Perasa dan pinjaman alat pendengaran ini saja kita tidak akan mampu membayar sewanya. Belum lagi nikmat-nikmat yang lain yang tak terhingga jumlahnya.
Akan tetapi Allah Maha Penyayang, semua hutang kita itu lunas hanya dengan RAHMAT dan KARUNIA Allah yang diberikan kepada kita, siapa yang akan mendapatkannya ? ya semua kita yang siap menuruti apa saja MAUNYA ALLAH SWT selama kita mampu. Apa sih MAUNYA Allah ? kita Cuma disuruh IBADAH = mengatasnamakan Allah disegala bentuk akttifitas kita, melaksanakan segala perintahNYA dan meninggalkan segala bentuk laranganNYA sekecil apapun dan seberat apapun.
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar. KALAU BUKAN KARENA KARUNIA ALLAH DAN RAHMAT-NYA KEPADAMU, NISCAYA TIDAK SEORANG PUN DI ANTARA KAMU BERSIH (DARI PERBUATAN KEJI DAN MUNGKAR ITU) SELAMA-LAMANYA, TETAPI ALLAH MEMBERSIHKAN SIAPA YANG DIA KEHENDAKI. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
( An-Nur : 21 )
Ada satu lagi yang membuat hutang kita kepada Allah lunas, bahkan ditambah dengan banyak kelebihan dari Allah SWT yaitu ketika kita siap MEMBERI PINJAMAN kepada Allah SWT,
“ Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia.”
( Al-Hadid :18 )
“ Jika kamu meminjamkan kepada Allah (=infaq di Jalan Allah) dengan pinjaman yang baik, niscaya Dia MELIPATGANDAKAN (BALASAN) UNTUKMU DAN MENGAMPUNI KAMU. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Penyantun ”.( At-taghabun:17 )
Jadi kalau hutang kepada Allah SWT yang segitu tak terhingganya saja bisa kita lunasi, mungkinkah hutang kepada sesama kita tidak mampu kita lunasi, apa kiat-kiatnya ? dengan merujuk cara melunasi hutang kepada Allah, maka :
Buat orang/Lembaga itu sangat senang dengan kita ( kooperatif = turuti segala Kebaikannya jauhi kebejatannya )
Kasih Pinjaman Kebaikan = Bantu kesulitannya dan berikan solusi atas masalah pribadi, keluarga atau Lembaganya. ( ingat tidak ada satu orangpun yang tidak punyak masalah dengan pribadi dan keluarganya juga Lembaganya )
Santuni dan Bahagiakan kedua orang tua kita dan bersimpuhlah disepertiga malam yang terakhir untuk Sholat Tahajjut lalu berdo’a seperti yang diajarkan Allah dalam ayat sbb :“Dan Kami Perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia berdoa,“Ya Tuhan-ku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau Limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau Ridhai; dan BERILAH AKU KEBAIKAN YANG AKAN MENGALIR SAMPAI KEPADA ANAK CUCUKU. SUNGGUH, AKU BERTOBAT KEPADA ENGKAU, DAN SUNGGUH, AKU TERMASUK ORANG BERSERAH DIRI.”( Al-Ahqof :15 )
Robah Gaya Hidup kita menjadi gaya hidup orang termiskin sebagaimana gaya hidup Rosulullah. SAW, Gimana ? berani ? ok pasti bisa
Sahabat, mari kita cicil hutang-hutang kita kepada Allah SWT dan jemput pula bonus-bonus dariNYA dengan cara memberikan pinjman yang kepada Allah SWT, melalui Infaq dan Sedekah yang baik bersama Rumah Yatim Indonesia . http://www.rumah-yatim-indonesia.org/
“ Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah Melipatgandakan ganti kepadanya lebih banyak. Allahlah yang Menahan dan Melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan “. ( Al-Baqoroh : 245 )
Sahabat Rumah Yatim Indonesia yang senantiasa dalan naungan Karunia dan Rahmat Allah SWT, Alhamdulillah artikel kisah-kisah Getaran Jiwa dari RYI cukup banyak diminati para member yang merasa selalu tercerahkan ketika membacanya, untuk itulah kami sangat-sangat berharap kepada Kita semua untuk sesering mungkin meng-SHARE salah-satu atau beberapa kisah-kisah tersebut yang kita minati di Facebook kita. Dengan demikian PENCERAHAN ini akan membias secara dahsyat kepada ratusan ribu member di FB kita bahkan mungkin jutaan, bayangkan saat ini member RYI kita sudah mencapai 150.000 member, jika masing-masing kita meng-SHARE kisah-kisah tersebut dan jika masing-masing kita mempunyai teman 100 saja, maka akan ada 1.500.000 orang yang akan tercerahkan. Jadi jangan pernah ragu untuk meng- SHARE, SHARE dan SHARE ……..
-----------------------------------------------------
Tidak seperti biasanya Ust.Jamal jalan terburu-buru menuju rumah Pak Jamil, “ Assalamu’alaikum “ sapa Ust.Jamal sambil mengetuk pintu rumah pak Jamil. “ wa’alaikum salam warahmatullah “ jawab pak Jamil sembari membuka pintu, “ oh… ustadz, silahkan usatdz, silahkan duduk, tumben nih ustadz… berkunjung ke gubug saya, ada yang bisa saya Bantu ustadz ? “.
“ Maaf pak Jamil, saya kemari mau menagih hutang ! “ seru Ustadz Jamal, “ wah…. Hutang yang mana ya ? kapan saya punya hutang ? seumur hidup saya ini, saya tidak pernah hutang kepada siapapun, apalagi sama ustadz ?” jawab pak Jamil setengah ngotot. “ cobalah pak Jamil ingat-ingat dulu, selama kita ini masih manusia, salah dan lupa itu kadang kita tidak sadari lho ! “ timpa Ustadz menasehati. “hem…….kapan ya ? sama siapa ya ? saya berani sumpah ustadz bahwa saya tidak pernah berhutang sama siapapun ! mungkin ustadz punya bukti kalau saya punya hutang ? “ tegas pak Jamil sambil mengingat-ingat. “ Wah banyak buktinya pak, kalau pak Jamil punya banyak hutang ! “ tegas ustadz jamal meyakinkan. “ ha….banyak buktinya ? “ pak Jamil makin kaget.
“ pak Jamil, pak Jamil…..kita setiap detik menghirup Oksigen gak pernah bayar padahal kalau di rumah sakit per galonnya berapa ?, apa itu bukan hutang ?, kita bisa melihat sekian macam keindahan Alam dan membaca berbagai pengetahuan pake lensa mata gak pernah bayar, padahal kalau kita mau nonton bioskop 3D atau 4D saja harus bayar sewa kaca matanya, apa itu bukan hutang ? kita berjalan kemana saja pake kaki gratis, coba kalau kita lumpuh kaki tanga kita, terus kemana-mana harus pake kursi roda dan tukang dorong, berapa gaji tukang dorong itu harus kita keluarkan !, dan masih banyak lagi hutang-hutang kita kepada Allah SWT, gimana masih merasa gak punya hutang ? “ jelas ustadz jamal. “ wah…. Benar itu ustadz, kalau semuanya itu harus kita bayar, hidup seribu tahunpun gak akan kebayar, bangkrut pastinya …….ha ha ha…bisa aja ustadz ini, tapi bener juga sih…..”
--------------------------------
Sahabat, sering diantara kita panik bin bingung ketika pelan tapi pasti usaha kita makin surut dan sepi sementara hutang-hutang kita masih numpuk tetapi jarang diantara kita terfikir sebenarnya seberapa besar hutang kita kepada Allah SWT mampukah kita membayarnya ? seperti kisah dialog diatas.
Secara matematis dan sekaya raya apapun kita, kita tidak akan mampu membayar hutang-hutang kita kepada Allah SWT, kita diberi pinjaman alat penglihatan, pinjaman alat Perasa dan pinjaman alat pendengaran ini saja kita tidak akan mampu membayar sewanya. Belum lagi nikmat-nikmat yang lain yang tak terhingga jumlahnya.
Akan tetapi Allah Maha Penyayang, semua hutang kita itu lunas hanya dengan RAHMAT dan KARUNIA Allah yang diberikan kepada kita, siapa yang akan mendapatkannya ? ya semua kita yang siap menuruti apa saja MAUNYA ALLAH SWT selama kita mampu. Apa sih MAUNYA Allah ? kita Cuma disuruh IBADAH = mengatasnamakan Allah disegala bentuk akttifitas kita, melaksanakan segala perintahNYA dan meninggalkan segala bentuk laranganNYA sekecil apapun dan seberat apapun.
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar. KALAU BUKAN KARENA KARUNIA ALLAH DAN RAHMAT-NYA KEPADAMU, NISCAYA TIDAK SEORANG PUN DI ANTARA KAMU BERSIH (DARI PERBUATAN KEJI DAN MUNGKAR ITU) SELAMA-LAMANYA, TETAPI ALLAH MEMBERSIHKAN SIAPA YANG DIA KEHENDAKI. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
( An-Nur : 21 )
Ada satu lagi yang membuat hutang kita kepada Allah lunas, bahkan ditambah dengan banyak kelebihan dari Allah SWT yaitu ketika kita siap MEMBERI PINJAMAN kepada Allah SWT,
“ Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia.”
( Al-Hadid :18 )
“ Jika kamu meminjamkan kepada Allah (=infaq di Jalan Allah) dengan pinjaman yang baik, niscaya Dia MELIPATGANDAKAN (BALASAN) UNTUKMU DAN MENGAMPUNI KAMU. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Penyantun ”.( At-taghabun:17 )
Jadi kalau hutang kepada Allah SWT yang segitu tak terhingganya saja bisa kita lunasi, mungkinkah hutang kepada sesama kita tidak mampu kita lunasi, apa kiat-kiatnya ? dengan merujuk cara melunasi hutang kepada Allah, maka :
Buat orang/Lembaga itu sangat senang dengan kita ( kooperatif = turuti segala Kebaikannya jauhi kebejatannya )
Kasih Pinjaman Kebaikan = Bantu kesulitannya dan berikan solusi atas masalah pribadi, keluarga atau Lembaganya. ( ingat tidak ada satu orangpun yang tidak punyak masalah dengan pribadi dan keluarganya juga Lembaganya )
Santuni dan Bahagiakan kedua orang tua kita dan bersimpuhlah disepertiga malam yang terakhir untuk Sholat Tahajjut lalu berdo’a seperti yang diajarkan Allah dalam ayat sbb :“Dan Kami Perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia berdoa,“Ya Tuhan-ku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau Limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau Ridhai; dan BERILAH AKU KEBAIKAN YANG AKAN MENGALIR SAMPAI KEPADA ANAK CUCUKU. SUNGGUH, AKU BERTOBAT KEPADA ENGKAU, DAN SUNGGUH, AKU TERMASUK ORANG BERSERAH DIRI.”( Al-Ahqof :15 )
Robah Gaya Hidup kita menjadi gaya hidup orang termiskin sebagaimana gaya hidup Rosulullah. SAW, Gimana ? berani ? ok pasti bisa
Sahabat, mari kita cicil hutang-hutang kita kepada Allah SWT dan jemput pula bonus-bonus dariNYA dengan cara memberikan pinjman yang kepada Allah SWT, melalui Infaq dan Sedekah yang baik bersama Rumah Yatim Indonesia . http://www.rumah-yatim-indonesia.org/
MISKIN ? SIAPA TAKUT
Sahabat Sukses Rumah Yatim Indonesia yang dicintai Allah SWT, dalam kisah-kisah selanjtnya ini kita akan selipi dengan Joke ringan yang dapat membuat kita sedikit terhibur namun tetap ada nilai pembelajaran buat kita, kita namai saja Fiqih Tersenyum.
Ok Sahabat, ada satu amal sholeh yang mudah lagi berkah yaitu silahkan di Share sesering mungkin seluruh artikel kisah-kisah getaran jiwa RYI melalui FB anda.
-----------------------------
Suatu hari Pak Jamil ngajak jalan-jalan ustadz Jamal dengan mobil kijang bututnya keliling Jakarta, sepanjang perjalanan disetiap lampu merah berhenti pak Jamil selalu memberi sedekah kepada siapapun yang meminta, ada pengamen, pengemis, orang buta, anak kecil bahkan preman sekalipun, dengan uang receh yang sudah disiapkan sebelumnya.
“ Kalau setiap orang bermobil meniru pak Jamil memberi sedekah disetiap lampu merah seperti ini, bisa-bisa setiap lampu merah dipastikan akan lahir peminta-minta dan turun menurun sampai sekian generasi”, ungkap ustadz Jamal. “ iya sih ustdz, tapi saya itu yakin sekali bahwa sedekah dimanapun dan sekecil apapun pasti ada maslahatnya, misalnya nih ustadz, setiap lampu merah nanti ngantri para pengemis bahkan berjubel, nah kalau sudah begitu pasti pemerintah kota akan mikir dan tegas bikin undang-undang pelarangan sekaligus solusinya, tapi jujur ustadz sebenarnya sih bukan itu tujuan saya, saya Cuma takut miskin seperti mereka makanya saya sedekah…. he he he….”.
-----------------------------
Sahabat, suatu hari seorang laki-laki miskin mendatangi Aisyah istri Rosulullah, Aisyah pun memberinya sedekah. Lalu Aisyah memanggil pembantunya Barirah dan menyuruh memperhatikan dan menyelidiki laki-laki itu , apa benar laki-laki itu miskin atau pura-pura miskin, lalu dipakai apa itu sedekah yang didapatnya.
Melihat kejadian tersebut Rasulullah kemudian menegur Aisyah dengan sabdanya “ Jangan kau berhitung dalam memberi sedekah karena Allahpun tidak pernah berhitung dalam memberikan rezeki kepada kita “ (HR.Nasa’i , Ibnu Hibban, Ahmad dan Haitsami )
Dalam kesempatan lain Rasulullah juga menganjurkan : “ Wahai Aisyah, berlindunglah dari api neraka (kebangkrutan) meski hanya dengan bersedekah separuh biji korma, sungguh separuh biji korma itu mengisi perut orang yang lapar sama seperti ia mengisi perut orang yang kenyang “ (artinya walau separuh biji korma itu sudah cukup mengenyangkan bagi orang-orang yang sedang kelaparan) ( HR.Ahmad dan Mundziri )
Sahabat…., Rosulullah SAW adalah seorang Pemimpin dan Wirausahawan sejati, kemenangan demi kemenangan terus diraih demikian pula kekayaan selalu mengejar-ngejar beliau, sehingga ketika beliau menjadi Pemimpin tertinggi kekayaan negarapun melimpah ruah. Tapi taukah kita ada salah satu doa yang beliau ucapkan sehingga Aisyah istrinya terkejut ?.
Aisyah mendengar Rasulullah berdoa : “ Ya Alla, jadikanlah gaya hidupku seperti gaya hidup orang miskin, cabutlah nyawaku dalam keadaan miskin, lalu kumpulkanlah aku pada Hari Kiamat bersama kelompok orang miskin “.
Mendengar doa itu Aisyah protes : “ Mengapa engkau berdoa seperti itu wahai Rasulullah ? “, Beliau menjawab :
“ orang-orang miskin akan masuk Sorga 40 tahun lebih awal dari pada orang-orang kaya, wahai Aisyah jangan pernah menolak orang-orang miskin meski engkau hanya bisa memberi separuh biji korma, cintailah orang miskin dan dekatkanlah mereka kepadamu agar Allah juga mendekatkanmu kepadaNYA pada Hari kiamat nanti “ ( HR.Tirmidzi, Baihaqi dan Mundziri )
Sahabat, mengapa Nabi berdoa demikian, apakah kita tidak boleh kaya raya ? Rosulullah bukan orang miskin, Beliau Pemimpin yang kaya raya tetapi gaya hidup diri dan keluarganya adalah gaya hidup orang yang paling miskin, pernah dalam 40 malam rumah beliau tidak ada api yang menyala artinya tidak ada bahan makanan yang bisa dimasak juga tidak ada lentera penerang, belaiu hanya mengkonsumsi beberapa biji korma dan air saja.
Dan ketika beliau meninggal hampir tidak ada harta warisan yang beliau tinggalkan, seluruh kekayaannya diwakafkan dan disedekahkan untuk perjuangan Islam, jadi apakah tidak logis doa Rosulullah tersebut ?
Sahabat, kita wajib bisa kaya raya selama umur kita masih produktif karena ada kewajiban Zakat, haji dan sedekah. namun banyak diantara kita yang kaya raya atau hidup berkecukupan, tapi mampukah kita hidup dengan gaya hidup orang miskin, gimana sih gaya hidup orang miskin itu ? sederhana saja sebenarnya mereka selalu puasa minimal Senin-Kamis, tidak makan kalau masih kenyang dan berhenti makan sebelum kekenyangan, jadi tidak harus makan 3 kali sehari, demikian juga dalam hal berpakaian tidak selalu mengikuti mode dan trend baru, mereka mengganti pakaian atau perabot ya kalau sudah rusak, gimana gampang kan ?
Demikian juga ketika umur kita sudah tidak produktif lagi, maka saatnya kita delegasikan seluruh kekayaan kita untuk perjuangan Islam melalui anak, istri dan keluarga kita atau orang lain yang mampu mengelola dan mendayagunakan seluruh harta kekayaan kita untuk kepentingan perjuangan memuliakan Islam dan Kaum Muslimin, sehingga ketika Malaikat Maut menjemput kita kelak tidak ada lagi kekayaan dunia di tangan kita, kita benar-benar miskin. Jadi tidak akan ada lagi kekayaan kita yang harus diaudit pada saat Hari Perhitungan kelak, semuanya totalitas akan menjadi ASET PEMBELA kita pada saat itu. Mudah bukan jadi orang miskin ? inilah maksud doa Rosulullah SAW tersebut., jadi miskin ? siapa takut !
Sahabat Sukses Rumah Yatim Indonesia yang dicintai Allah SWT, dalam kisah-kisah selanjtnya ini kita akan selipi dengan Joke ringan yang dapat membuat kita sedikit terhibur namun tetap ada nilai pembelajaran buat kita, kita namai saja Fiqih Tersenyum.
Ok Sahabat, ada satu amal sholeh yang mudah lagi berkah yaitu silahkan di Share sesering mungkin seluruh artikel kisah-kisah getaran jiwa RYI melalui FB anda.
-----------------------------
Suatu hari Pak Jamil ngajak jalan-jalan ustadz Jamal dengan mobil kijang bututnya keliling Jakarta, sepanjang perjalanan disetiap lampu merah berhenti pak Jamil selalu memberi sedekah kepada siapapun yang meminta, ada pengamen, pengemis, orang buta, anak kecil bahkan preman sekalipun, dengan uang receh yang sudah disiapkan sebelumnya.
“ Kalau setiap orang bermobil meniru pak Jamil memberi sedekah disetiap lampu merah seperti ini, bisa-bisa setiap lampu merah dipastikan akan lahir peminta-minta dan turun menurun sampai sekian generasi”, ungkap ustadz Jamal. “ iya sih ustdz, tapi saya itu yakin sekali bahwa sedekah dimanapun dan sekecil apapun pasti ada maslahatnya, misalnya nih ustadz, setiap lampu merah nanti ngantri para pengemis bahkan berjubel, nah kalau sudah begitu pasti pemerintah kota akan mikir dan tegas bikin undang-undang pelarangan sekaligus solusinya, tapi jujur ustadz sebenarnya sih bukan itu tujuan saya, saya Cuma takut miskin seperti mereka makanya saya sedekah…. he he he….”.
-----------------------------
Sahabat, suatu hari seorang laki-laki miskin mendatangi Aisyah istri Rosulullah, Aisyah pun memberinya sedekah. Lalu Aisyah memanggil pembantunya Barirah dan menyuruh memperhatikan dan menyelidiki laki-laki itu , apa benar laki-laki itu miskin atau pura-pura miskin, lalu dipakai apa itu sedekah yang didapatnya.
Melihat kejadian tersebut Rasulullah kemudian menegur Aisyah dengan sabdanya “ Jangan kau berhitung dalam memberi sedekah karena Allahpun tidak pernah berhitung dalam memberikan rezeki kepada kita “ (HR.Nasa’i , Ibnu Hibban, Ahmad dan Haitsami )
Dalam kesempatan lain Rasulullah juga menganjurkan : “ Wahai Aisyah, berlindunglah dari api neraka (kebangkrutan) meski hanya dengan bersedekah separuh biji korma, sungguh separuh biji korma itu mengisi perut orang yang lapar sama seperti ia mengisi perut orang yang kenyang “ (artinya walau separuh biji korma itu sudah cukup mengenyangkan bagi orang-orang yang sedang kelaparan) ( HR.Ahmad dan Mundziri )
Sahabat…., Rosulullah SAW adalah seorang Pemimpin dan Wirausahawan sejati, kemenangan demi kemenangan terus diraih demikian pula kekayaan selalu mengejar-ngejar beliau, sehingga ketika beliau menjadi Pemimpin tertinggi kekayaan negarapun melimpah ruah. Tapi taukah kita ada salah satu doa yang beliau ucapkan sehingga Aisyah istrinya terkejut ?.
Aisyah mendengar Rasulullah berdoa : “ Ya Alla, jadikanlah gaya hidupku seperti gaya hidup orang miskin, cabutlah nyawaku dalam keadaan miskin, lalu kumpulkanlah aku pada Hari Kiamat bersama kelompok orang miskin “.
Mendengar doa itu Aisyah protes : “ Mengapa engkau berdoa seperti itu wahai Rasulullah ? “, Beliau menjawab :
“ orang-orang miskin akan masuk Sorga 40 tahun lebih awal dari pada orang-orang kaya, wahai Aisyah jangan pernah menolak orang-orang miskin meski engkau hanya bisa memberi separuh biji korma, cintailah orang miskin dan dekatkanlah mereka kepadamu agar Allah juga mendekatkanmu kepadaNYA pada Hari kiamat nanti “ ( HR.Tirmidzi, Baihaqi dan Mundziri )
Sahabat, mengapa Nabi berdoa demikian, apakah kita tidak boleh kaya raya ? Rosulullah bukan orang miskin, Beliau Pemimpin yang kaya raya tetapi gaya hidup diri dan keluarganya adalah gaya hidup orang yang paling miskin, pernah dalam 40 malam rumah beliau tidak ada api yang menyala artinya tidak ada bahan makanan yang bisa dimasak juga tidak ada lentera penerang, belaiu hanya mengkonsumsi beberapa biji korma dan air saja.
Dan ketika beliau meninggal hampir tidak ada harta warisan yang beliau tinggalkan, seluruh kekayaannya diwakafkan dan disedekahkan untuk perjuangan Islam, jadi apakah tidak logis doa Rosulullah tersebut ?
Sahabat, kita wajib bisa kaya raya selama umur kita masih produktif karena ada kewajiban Zakat, haji dan sedekah. namun banyak diantara kita yang kaya raya atau hidup berkecukupan, tapi mampukah kita hidup dengan gaya hidup orang miskin, gimana sih gaya hidup orang miskin itu ? sederhana saja sebenarnya mereka selalu puasa minimal Senin-Kamis, tidak makan kalau masih kenyang dan berhenti makan sebelum kekenyangan, jadi tidak harus makan 3 kali sehari, demikian juga dalam hal berpakaian tidak selalu mengikuti mode dan trend baru, mereka mengganti pakaian atau perabot ya kalau sudah rusak, gimana gampang kan ?
Demikian juga ketika umur kita sudah tidak produktif lagi, maka saatnya kita delegasikan seluruh kekayaan kita untuk perjuangan Islam melalui anak, istri dan keluarga kita atau orang lain yang mampu mengelola dan mendayagunakan seluruh harta kekayaan kita untuk kepentingan perjuangan memuliakan Islam dan Kaum Muslimin, sehingga ketika Malaikat Maut menjemput kita kelak tidak ada lagi kekayaan dunia di tangan kita, kita benar-benar miskin. Jadi tidak akan ada lagi kekayaan kita yang harus diaudit pada saat Hari Perhitungan kelak, semuanya totalitas akan menjadi ASET PEMBELA kita pada saat itu. Mudah bukan jadi orang miskin ? inilah maksud doa Rosulullah SAW tersebut., jadi miskin ? siapa takut !
MISTERI REZEKI ALLAH SWT
Sahabat sukses Rumah Yatim Indonesia yang dimuliakan Allah SWT, tidak satupun diantara kita yang bebas dari berbagai persoalan kehidupan, miskin bermasalah kayapun bermasalah, nganggur bermasalah kerjapun bermasalah, sendiri bermasalah sudah nikahpun bermasalah, gak punya anak bermasalah punya anakpun bermasalah, nah sebaik-baik kita yang bermasalah adalah yang tidak pernah lari dari masalah siap menghadapi dan mensyukuri setiap apapun yang terjadi. Karena hakekatnya masalah adalah sengaja dibuat oleh Allah sebagai ujian untuk mengetahui siapa diantara kita yang terbaik iman dan amalnya.
Ketika Nabi Muhammad SAW mengundang para sahabat untuk menghadiri walimatul ursy ( Pesta Pernikahan ) yang diadakan beliau dengan seorang wanita yang menjadi istrinya. Para sahabat hadir dan begitu mereka menyaksikan tentang rupa makanan yang dijamukan oleh Rasulullah SAW, mereka tak tahan untuk tidak memperbincangkannya.
" Darimana Rasulullah SAW akan mampu memenuhi kebutuhan hidup dari para istri-istrinya ? coba lihat, jamuan walimahnya saja cuma seperti itu ?"
Rasulullah SAW diam saja. Beliau bukan tidak tahu apa yang diperbincangkan oleh para sahabat saat itu. Usai menunaikan sholat, Rasulullah SAW menceritakan suatu kisah kepada para sahabat yang hadir.
" Aku ingin menceritakan suatu kisah perihal rezeki kepada kalian. Kisah ini diceritakan oleh malaikat Jibril kepadaku. Bolehkah aku meneruskan kisah ini kepada kalian ?"
Rasulullah SAW kemudian memulai kisahnya.
" Suatu ketika Nabi sulaiman a.s melakukan sholat ditepi pantai. Usai sholat, beliau melihat ada seekor semut sedang berjalan di atas air sambil membawa daun hijau. Beliau yang mengerti bahasa binatang mendengar si semut memanggil-manggil si katak. Tak berapa lama kemudian, lalu seekor katak muncul. Ada apa gerangan dengan si katak itu sehingga si semut terus-menerus memanggilnya tadi ? Nabi Sulaiman menyaksikan bahwa begitu si katak muncul, katak itu langsung saja menggendong sang semut masuk ke dalam air menuju dasar laut.
Ada apa di dasar laut ? Semut itu menceritakan kepada Nabi Sulaiman a.s bahwa di sana ada berdiam seekor ulat. Sang ulat menggantungkan rezekinya kepada si semut.
" Sehari dua kali aku diantar oleh malaikat ke dasar laut untuk memberi makanan kepada ulat itu ". Demikian si semut memberikan penjelasannya kepada Nabi Sulaiman a.s. " Siapakah malaikat itu, hai semut ?" tanya Nabi Sulaiman kepada si semut dengan penuh selidik. " dia adlah si katak sendiri. Malaikat menjelmakan dirinya menjadi katak yang kemudian mengantarkan aku menuju dasar laut ".
Setiap selesai menerima kiriman daun hijau dan melahapnya, si ulat tak lupa memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT, " Maha Besar Allah yang mentakdirkan aku hidup di dasar laut ". Dalam mengakhiri ceritanya itu, Rasulullah SAW memberi pandangannya.
" Jika ulat saja yang hidupnya di dasar laut, Allah SWT masih tetap memberinya makanan, maka apakah Allah SWT tega menelantarkan umat Muhammad soal rezeki dan rahmatnya ?"
Sahabat, marilah kita lihat hewan yang sangat lemah, yaitu cacing. Kalau kita perhatikan, binatang ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup. Ia tidak mempunyai kaki, tangan, tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata dan telinga.
Tetapi ia adalah makhluk hidup juga dan, sama dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati. Tapi kita lihat , dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa dan frustasi untuk menjemput rizki . Tidak pernah kita menyaksikan cacing yang membentur-benturkan tubuhnya ke batu, atau terjun dari gedung lantai 7. emang ada cacing bisa naik lift ? he he he...
Sahabat, sebenarnya kebutuhan perut dan tubuh kita ini sebenarnya tidaklah menuntut yang aneh-aneh, namun kita seringkali membeli barang yang aneh-aneh demi memenuhi berbagai keinginan-keinginan nafsu kita, makan di warung kaki lima sama di restoran sama kenyangnya, baju di mall sama baju di Tanah Abang sama nyamannya, rumah sederhana sama rumah mewah sama fungsinya, ya… ternyata gaya hidup yang membuat kita memaksakan diri dan mempersulit diri kita sendiri, hanya dengan mencontoh gaya hidup Muhammad SAW maka hidup kita akan ringan, mudah dan penuh berkah.
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah senang kepada kalian hingga kalian mengikuti GAYA HIDUP mereka.” ( Al-Baqoroh : 120 ), karena dengan mengikuti gaya hidup mereka maka kantong kita dan kantong negara kita ini akan terkuras habis sampai ngutang sama mereka, maka barulah mereka tersenyum menjabat tangan kita.
Sahabat, dari pada mengikuti gaya hidup mereka mending kita alihkan untuk investasi yang lebih prospektif untuk masa depan kita di Dunia dan Akhirat kelak.
Sahabat sukses Rumah Yatim Indonesia yang dimuliakan Allah SWT, tidak satupun diantara kita yang bebas dari berbagai persoalan kehidupan, miskin bermasalah kayapun bermasalah, nganggur bermasalah kerjapun bermasalah, sendiri bermasalah sudah nikahpun bermasalah, gak punya anak bermasalah punya anakpun bermasalah, nah sebaik-baik kita yang bermasalah adalah yang tidak pernah lari dari masalah siap menghadapi dan mensyukuri setiap apapun yang terjadi. Karena hakekatnya masalah adalah sengaja dibuat oleh Allah sebagai ujian untuk mengetahui siapa diantara kita yang terbaik iman dan amalnya.
Ketika Nabi Muhammad SAW mengundang para sahabat untuk menghadiri walimatul ursy ( Pesta Pernikahan ) yang diadakan beliau dengan seorang wanita yang menjadi istrinya. Para sahabat hadir dan begitu mereka menyaksikan tentang rupa makanan yang dijamukan oleh Rasulullah SAW, mereka tak tahan untuk tidak memperbincangkannya.
" Darimana Rasulullah SAW akan mampu memenuhi kebutuhan hidup dari para istri-istrinya ? coba lihat, jamuan walimahnya saja cuma seperti itu ?"
Rasulullah SAW diam saja. Beliau bukan tidak tahu apa yang diperbincangkan oleh para sahabat saat itu. Usai menunaikan sholat, Rasulullah SAW menceritakan suatu kisah kepada para sahabat yang hadir.
" Aku ingin menceritakan suatu kisah perihal rezeki kepada kalian. Kisah ini diceritakan oleh malaikat Jibril kepadaku. Bolehkah aku meneruskan kisah ini kepada kalian ?"
Rasulullah SAW kemudian memulai kisahnya.
" Suatu ketika Nabi sulaiman a.s melakukan sholat ditepi pantai. Usai sholat, beliau melihat ada seekor semut sedang berjalan di atas air sambil membawa daun hijau. Beliau yang mengerti bahasa binatang mendengar si semut memanggil-manggil si katak. Tak berapa lama kemudian, lalu seekor katak muncul. Ada apa gerangan dengan si katak itu sehingga si semut terus-menerus memanggilnya tadi ? Nabi Sulaiman menyaksikan bahwa begitu si katak muncul, katak itu langsung saja menggendong sang semut masuk ke dalam air menuju dasar laut.
Ada apa di dasar laut ? Semut itu menceritakan kepada Nabi Sulaiman a.s bahwa di sana ada berdiam seekor ulat. Sang ulat menggantungkan rezekinya kepada si semut.
" Sehari dua kali aku diantar oleh malaikat ke dasar laut untuk memberi makanan kepada ulat itu ". Demikian si semut memberikan penjelasannya kepada Nabi Sulaiman a.s. " Siapakah malaikat itu, hai semut ?" tanya Nabi Sulaiman kepada si semut dengan penuh selidik. " dia adlah si katak sendiri. Malaikat menjelmakan dirinya menjadi katak yang kemudian mengantarkan aku menuju dasar laut ".
Setiap selesai menerima kiriman daun hijau dan melahapnya, si ulat tak lupa memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT, " Maha Besar Allah yang mentakdirkan aku hidup di dasar laut ". Dalam mengakhiri ceritanya itu, Rasulullah SAW memberi pandangannya.
" Jika ulat saja yang hidupnya di dasar laut, Allah SWT masih tetap memberinya makanan, maka apakah Allah SWT tega menelantarkan umat Muhammad soal rezeki dan rahmatnya ?"
Sahabat, marilah kita lihat hewan yang sangat lemah, yaitu cacing. Kalau kita perhatikan, binatang ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup. Ia tidak mempunyai kaki, tangan, tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata dan telinga.
Tetapi ia adalah makhluk hidup juga dan, sama dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati. Tapi kita lihat , dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa dan frustasi untuk menjemput rizki . Tidak pernah kita menyaksikan cacing yang membentur-benturkan tubuhnya ke batu, atau terjun dari gedung lantai 7. emang ada cacing bisa naik lift ? he he he...
Sahabat, sebenarnya kebutuhan perut dan tubuh kita ini sebenarnya tidaklah menuntut yang aneh-aneh, namun kita seringkali membeli barang yang aneh-aneh demi memenuhi berbagai keinginan-keinginan nafsu kita, makan di warung kaki lima sama di restoran sama kenyangnya, baju di mall sama baju di Tanah Abang sama nyamannya, rumah sederhana sama rumah mewah sama fungsinya, ya… ternyata gaya hidup yang membuat kita memaksakan diri dan mempersulit diri kita sendiri, hanya dengan mencontoh gaya hidup Muhammad SAW maka hidup kita akan ringan, mudah dan penuh berkah.
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah senang kepada kalian hingga kalian mengikuti GAYA HIDUP mereka.” ( Al-Baqoroh : 120 ), karena dengan mengikuti gaya hidup mereka maka kantong kita dan kantong negara kita ini akan terkuras habis sampai ngutang sama mereka, maka barulah mereka tersenyum menjabat tangan kita.
Sahabat, dari pada mengikuti gaya hidup mereka mending kita alihkan untuk investasi yang lebih prospektif untuk masa depan kita di Dunia dan Akhirat kelak.
SEDEKAH ? NANTI AJALAH !
Sahabat, ingat KUBURAN ? ah ngeriii…., bukan…. itu lho yang punya lagu “ lupa-lupa ingat “ Lagu sederhana dengan sedikit keanehan ini mengingatkan kita pada sebuah kisah yang menceritakan tentang sifat manusia yang cepat sekali lupa dengan janji-janjinya.
Alkisah ada seorang saudagar yang tengah berlayar di tengah laut bersama dengan para pengawalnya. Kapalnya memuat barang-barang dagangan yang baru saja dibeli si saudagar dari Negara lain. Tiba-tiba langit menjadi gelap-gulita disusul dengan hujan deras dan suaru petir yang menggelegar bersahut-sahutan.
Sang saudagar ketakutan, berdoa memohon pertolongan kepada Tuhan. ”Ya tuhan, tolong selamatkan hambamu yang tidak berdosa ini. Ambillah seluruh kekayaan saya asal jangan engkau ambil nyawaku.” kata saudagar kaya itu dengan sungguh-sungguh.
Tiba-tiba badai mereda dan kapalpun selamat, saudagar tersebut lalu bersujud memanjatkan doa kepada Tuhan. “ Tuhan. Kalau nanti saya selamat, akan saya sumbangkan separuh dari kekayaan saya untuk orang miskin,” janjinya.
Keajaiban pun terjadi, langit tiba-tiba terang dan hujan pun berhenti. Kali ini sang saudagar dengan tersenyum mengucapakan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan.” Tuhan.engkau sungguh maha pengasih dan maha mendengar. Terima kasih engkau masih memberi kesempatan kepada saya, dan mohon maaf banget ya Tuhan, jika saya belum bisa membagikan harta saya kepada orang lain, karena saya masih membutuhkannya untuk mengembangkan usaha saya,” pinta saudagar itu kepada Tuhan.
Sahabat, betapa seringkali kita ingat kepada Allah ketika musibah dan badai kehidupan menerpa kita, akan tetapi betapa begitu mudahnya kita melupakan Allah SWT manakala musibah dan badai kehidupan itu telah meninggalkan kita.
“Lupa, lupa lupa lupa… lupa sedekahnya”
“Ingat, ingat ingat ingat… hanya ingat hartanya.”
Sahabat jangan pernah melupakan komitmen bersedekah walau hanya dengan yang tersisa ditangan kita bersama Rumah Yatim Indonesia. http://www.rumah-yatim-indonesia.org/.
Alkisah ada seorang saudagar yang tengah berlayar di tengah laut bersama dengan para pengawalnya. Kapalnya memuat barang-barang dagangan yang baru saja dibeli si saudagar dari Negara lain. Tiba-tiba langit menjadi gelap-gulita disusul dengan hujan deras dan suaru petir yang menggelegar bersahut-sahutan.
Sang saudagar ketakutan, berdoa memohon pertolongan kepada Tuhan. ”Ya tuhan, tolong selamatkan hambamu yang tidak berdosa ini. Ambillah seluruh kekayaan saya asal jangan engkau ambil nyawaku.” kata saudagar kaya itu dengan sungguh-sungguh.
Tiba-tiba badai mereda dan kapalpun selamat, saudagar tersebut lalu bersujud memanjatkan doa kepada Tuhan. “ Tuhan. Kalau nanti saya selamat, akan saya sumbangkan separuh dari kekayaan saya untuk orang miskin,” janjinya.
Keajaiban pun terjadi, langit tiba-tiba terang dan hujan pun berhenti. Kali ini sang saudagar dengan tersenyum mengucapakan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan.” Tuhan.engkau sungguh maha pengasih dan maha mendengar. Terima kasih engkau masih memberi kesempatan kepada saya, dan mohon maaf banget ya Tuhan, jika saya belum bisa membagikan harta saya kepada orang lain, karena saya masih membutuhkannya untuk mengembangkan usaha saya,” pinta saudagar itu kepada Tuhan.
Sahabat, betapa seringkali kita ingat kepada Allah ketika musibah dan badai kehidupan menerpa kita, akan tetapi betapa begitu mudahnya kita melupakan Allah SWT manakala musibah dan badai kehidupan itu telah meninggalkan kita.
“Lupa, lupa lupa lupa… lupa sedekahnya”
“Ingat, ingat ingat ingat… hanya ingat hartanya.”
Sahabat jangan pernah melupakan komitmen bersedekah walau hanya dengan yang tersisa ditangan kita bersama Rumah Yatim Indonesia. http://www.rumah-yatim-indonesia.org/.
YOU ARE NOT ALONE
Sahabat Sukses Rumah Yatim Indonesia yang disayang Allah SWT, terfikirkah oleh kita :
Ketika kita sedang berduaan (TTM) dengan sang kekaksih di tempat yang sepi, aman dan nyaman karena tak seorangpun akan melihat dan mempublikasikan, ketahuilah bahwa ada Allah yang melihat dan Malaikat mencatat, yah…. YOU ARE NOT ALONE
Ketika berbagai masalah dan kepedihan menghampiri kita secara bertubi-tubi dan tak seorangpun peduli, ketahuilah bahwa selalu ada Allah yang maha solutif yang siap membantu kita, yah….YOU ARE NOT ALONE
Ketika orang-orang disekitar kita menjauh dan mencaci maki kita karena kelamnya masa lalu, ketahuilah bahwa selalu ada Allah yang setia menemani dengan Kasih SayangNYA, yah….. YOU ARE NOT ALONE.
Bahwa Allah SWT begitu indahnya jika kita lihat, namun jika kita tidak mampu melihatNYA, maka yakinlah bahwa Allah senantiasa melihat dan menilai karya prestatif kita walau orang lain tak menghargai, ya….. YOU ARE NOT ALONE
Bahwa sebesar apapun hutag kita, selamat memliki niat dan usaha yang sangat-sangat kuat untuk mengembalikannya, ketahuilah bahwa selalu ada Allah yag maha kaya yang selalu memudahkan dengan mengulurkan kekayaanNYA bagi kita yang mau mendekat dan berharap, ya………. YOU ARE NOT ALONE
Bahwa sebesar apapun kekayaan yang kita tahan dan kita simpan dengan begitu rahasia dan amannya karena begitu takutnya kita jatuh miskin, maka ketahuilah bahwa selalu ada malaikat yang mendoakan kemusnahannya dan Allah yang maha Pemaksa mengabulkannya., ya….. YOU ARE NOT ALONE
Bahwa sekecil-kecil apapun sedekah yang kita berikan hingga kita sendiri tak terfikir dan terlupa, ketahuilah bahwa selalu ada Allah yang membalas dan melipatgandakan
Sahabat, dimanapun kita mau lari disitu ada Allah yang selalu menanti
Disebuah padang rumput yang begitu luasnya, terlihat seorang anak gembala yang sedag menggembalakan ribuan domba, saking banyaknya domba tersebut sang anak gembala ini tidak tahu lagi berapa jumlah domba yang degembalakannya.
Suatu hari datanglah seorang pedagang menghampirinya,
" hai anak muda, bolehkah saya beli satu saja dombamu ? ",
" wah… gak boleh pak, domba-domba ini milik boss saya, kalau mau beli silahkan ke rumah beliau ".
alah…. Gak usahlah bossmu tahu, ambil saja uangnya untukmu sendiri, toh bossmu tidak akan mengetahuinya ? ".
wah…. Betul, betul, betul……, tapi…… Tuhannya boss saya, Tuhannya Bapak dan Tuhan saya juga melihat kita pak, gimana dong ?
You are not alone, Sir ! sorry ya…..I am not GAYUS !
Sahabat Sukses Rumah Yatim Indonesia yang disayang Allah SWT, terfikirkah oleh kita :
Ketika kita sedang berduaan (TTM) dengan sang kekaksih di tempat yang sepi, aman dan nyaman karena tak seorangpun akan melihat dan mempublikasikan, ketahuilah bahwa ada Allah yang melihat dan Malaikat mencatat, yah…. YOU ARE NOT ALONE
Ketika berbagai masalah dan kepedihan menghampiri kita secara bertubi-tubi dan tak seorangpun peduli, ketahuilah bahwa selalu ada Allah yang maha solutif yang siap membantu kita, yah….YOU ARE NOT ALONE
Ketika orang-orang disekitar kita menjauh dan mencaci maki kita karena kelamnya masa lalu, ketahuilah bahwa selalu ada Allah yang setia menemani dengan Kasih SayangNYA, yah….. YOU ARE NOT ALONE.
Bahwa Allah SWT begitu indahnya jika kita lihat, namun jika kita tidak mampu melihatNYA, maka yakinlah bahwa Allah senantiasa melihat dan menilai karya prestatif kita walau orang lain tak menghargai, ya….. YOU ARE NOT ALONE
Bahwa sebesar apapun hutag kita, selamat memliki niat dan usaha yang sangat-sangat kuat untuk mengembalikannya, ketahuilah bahwa selalu ada Allah yag maha kaya yang selalu memudahkan dengan mengulurkan kekayaanNYA bagi kita yang mau mendekat dan berharap, ya………. YOU ARE NOT ALONE
Bahwa sebesar apapun kekayaan yang kita tahan dan kita simpan dengan begitu rahasia dan amannya karena begitu takutnya kita jatuh miskin, maka ketahuilah bahwa selalu ada malaikat yang mendoakan kemusnahannya dan Allah yang maha Pemaksa mengabulkannya., ya….. YOU ARE NOT ALONE
Bahwa sekecil-kecil apapun sedekah yang kita berikan hingga kita sendiri tak terfikir dan terlupa, ketahuilah bahwa selalu ada Allah yang membalas dan melipatgandakan
Sahabat, dimanapun kita mau lari disitu ada Allah yang selalu menanti
Disebuah padang rumput yang begitu luasnya, terlihat seorang anak gembala yang sedag menggembalakan ribuan domba, saking banyaknya domba tersebut sang anak gembala ini tidak tahu lagi berapa jumlah domba yang degembalakannya.
Suatu hari datanglah seorang pedagang menghampirinya,
" hai anak muda, bolehkah saya beli satu saja dombamu ? ",
" wah… gak boleh pak, domba-domba ini milik boss saya, kalau mau beli silahkan ke rumah beliau ".
alah…. Gak usahlah bossmu tahu, ambil saja uangnya untukmu sendiri, toh bossmu tidak akan mengetahuinya ? ".
wah…. Betul, betul, betul……, tapi…… Tuhannya boss saya, Tuhannya Bapak dan Tuhan saya juga melihat kita pak, gimana dong ?
You are not alone, Sir ! sorry ya…..I am not GAYUS !
Mama Aku Datang………..
Los Felidas adalah nama sebuah jalan di ibu kota sebuah Negara di amerika selatan, yang terletak di kawasan terkumuh di seluruh kota. Ada sebuah kisah yang menyebabkan jalan itu sangat dikenal, dimulai dari kisah seorang pengemis wanita yang juga ibu seorang gadis kecil, tidak seorangpun yang tahu nama aslinya, tapi beberapa orang tahu sedikit masa lalunya, yaitu bahwa ia bukan penduduk asli di situ, melainkan dibawa oleh suaminya dari kampung halmannya.
Seperti kebanyakan kota besar di dunia ini, kehidupan masyarakat kota terlalu berat, dan belum setahun mereka di kota itu mereka kehabisan seluruh uangnya. Pada suatu pagi, mereka sadar bahwa mereka tidak tahu di mana mereka tidur malam nanti dan tidak sepeser pun uang ada di kantong. Padahal, mereka sedang menggendong bayi mereka yang ber umur 1 tahun. Dalam keadaan panik dan putus asa, mereka berjalan dari satu jalan ke jalan lainnya dan akhirnya tiba di sebuah jalan sepi di mana puing-puing sebuah toko seperti memberi mereka sedikit tempat untuk berteduh.
Saat itu angin desember bertiup kencang, membawa titik-titik air yang dingin, ketika mereka beristirahat di bawah atap toko itu, sang suami berkata, “saya Harus meninggalkan kalian sekarang. Saya harus mendapatkan pekerjaan, apa pun, kalau tidak malam nanti kita akan tidur di sini.”
Setelah mencium bayinya, ia pergi dan tidak pernah kembali lagi. Tak seorang pun yang tahu pasti ke mana pria itu pergi, tapi beberapa orang seperti melihatnya menumpang kapal yang menuju afrika selama beberapa hari berikutnya, sang ibu yang malang terus menunggu kedatangan suaminya dan bila malam tidur di emperan toko. Pada hari ketiga, ketika mereka sudah kehabisan susu, orang-orang yang lewat mulai memberi mereka uang kecil dan jadilah mereka pengemis di sana selama 6 bulan berikutnya.
Pada suatu hari, tergerak oleh semangat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, ibu itu bangkit dan memutuskan untuk bekerja. Masalahnya adalah di mana ia harus menitipkan anaknya yang kini sudah hampir 2 tahun dan tampak amat cantik jelita. Tampaknya tidak ada jalan lain, kecuali meninggalkan anak itu di situ dan berharap agar nasib tidak memperburuk keadaan mereka.
Suatu pagi, ia berpesan pada anaknya agar ia tidak ke mana-mana, tidak ikut siapa pun yang mengajaknya pergi atau menawarkan gula-gula. Pendek kata, gadis kecil itu tidak boleh berhubungan dengan siapa pun selama ibunya tidak di tempat.
“Dalam beberapa hari, mama akan mendapatkan cukup uang utnuk menyewa kamar kecil yang berpintu dan kita tidak lagi tidur dengan angin di rambut kita.”
Gadis itu mematuhi pesan ibunya dengan penuh kesungguhan. Maka, sang ibu mengatur kotak kardus di mana mereka tinggal selama 7 bulan agar tampak kosong dan membaringkan anaknya dengan hati-hati di dalamnya. Di sebelahnya, ia meletakkan sepotong roti. Kemudian, dengan mata basah ibu itu menuju ke pabrik sepatu di mana ia bekerja sebagai pemotong kulit. Begitulah kehidupan mereka selama beberapa hari hingga di kantong sang ibu kini terdapat cukup uang untuk menyewa sebuah kamar berpintu di daerah kumuh. Dengan suka cita, ia menuju ke penginapan orang-orang miskin itu dan membayar uang muka sewa kamarnya. Tapi, siang itu juga ketika sang ibu sedang bekerja, sepasang suami istri pengemis yang moralnya amat rendah menculik gadis cilik itu dengan paksa dan membawanya sejauh 300 kilo meter ke pusat kota
Di situ, mereka mendandani gadis cilik itu dengan baju baru, membedaki wajahnya, menyisiri rambutnya, dan membawanya ke sebuah rumah mewah di pusat kota. Disitu gadis cilik itu dijual. Pembelinya adalah pasangan suami istri dokter yang kaya yang tidak pernah bisa punya anak sendiri walaupun mereka telah menikah selama 18 tahun.
Mereka memberi nama anak gadis itu Serrafona dan memanjakannya dengan amat sangat. Di tengah-tengan kemewahan istana itulah, gadis kecil itu tumbuh dewasa. Ia belajar kebiasaan-kebiasaan orang terpelajar seperti merangkai bunga, menulis puisi dan bermain piano. Ia bergabung dengan kalangan-kalangan kelas atas dan mengendarai Mercedes benz ke mana pun ia pergi. Satu hal yang baru terjadi menyusul hal lainnya dan bumi terus berputar tanpa kenal istirahat
Pada umurnya yang ke-24, serrafona dikenal sebagai anak gadis Guberbur yang amat jelita, yang pandai bermain piano yang aktif beribadah dan yang sedang menyelesaikan gelar dokternya. Ia adalah figur gadis yagn menjadi impian tiap pemuda, tapi cintanya direbut oleh seorang dokter muda yang welas asih bernama Geraldo.
Setahun setelah perkawinan mereka, ayahnya wafat dan serrafona beserta suaminya mewarisi beberapa perusahaan dan sebuah real estate sebesar 14 hektar yang diisi dengan taman bunga dan istana yang paling megah di kota itu. Menjelang hari ulang tahunnya yang ke-27, sesuatu terjadi yang mengubah kehidupan wanita itu.
Pagi itu, Serrafona sedang membersihkan kamar mendiang ayahnya yang sudah tidak pernah dipakai lagi dan di laci meja kerja ayahnya ia melihat selembar foto suami sitri. Selimut yang dipakai untuk menggendong bayi itu lusuh dan bayi itu sendiri tampak tidak terurus karena walaupun wajahnya dilapisi bedak, tetapi rambutnya tetap kusam. Sesuatu di telinga kiri bayi itu membuat jantungnya berdegup kencang. Ia mengambil kaca pembesar dan mengonsentrasikan pandangannya pada telinga kiri bayi itu. Kemudian, ia membuka lemarinya sendiri dan mengeluarkan sebuah kotak kayu mahoni.
Di dalam kotak itu, dia menyimpan seluruh barang-barang pribadinya dari kalung-kalung berlian hingga surat-surat peribadi. Tapi, di antara benda-bernda mewah itu terdapat sesuatu terbungkus kapas kecil, sebentuk anting-anting melingkar yang amat sederhana, ringan, dan bukan emas murni.
Ibunya almarhum memberinya benda itu. Ia sempat bertanya dimana yang satunya. Ibunya menjawab bahwa hanya itu yang ia punya. Serrafona menaruh anting-anting itu di dekat foto. Sekali lagi, ia mengerahkan seluruh kemampuan melihatnya dan perlahan-lahan air matanya berlinang. Kini, tak ada keragu-raguan lagi bahwa bayi itu adalah dirinya sendiri.
Tapi, pria dan wanita yang menggendongnya, yang tersenyum dibuat-buat itu belum pernah dilihatnya sama sekali. Foto itu seolah membuka pintu lebar-lebar pada ruangan yang selama ini mengungkungi pertanyaan –pertanyaannya, misalnya kenapa bentuk wajahnya berbeda dengan wajah kedua orang tuannya kenapa ia tidak menuruni golongan darah ayahnya.
Saat itulah. Sepotong ingatan yang sudah seperempat abad terpendam, berkilat di benaknya bayangan seorang wanita membelai kepalanya. Dan mendekapnya di dada. Di ruangan itu. Mendadak serrafona merasakan betapa dinginnya sekelilingnya, tetapi ia juga merasa berapa hangatnya kasih sayang dan rasa aman yang dipancarkan dari dada wanita itu.
Ia seolah merasakan dan mendengar lewat dekapan bersama. Matanya basah ketika ia keluar dari kamar dan menghampiri suaminya yang sedang membaca Koran,”Geraldo, saya adalah anak seorang pengemis dan mungkinkah ibu saya masih ada di jalan sekarang setelah 25 tahun”
Itu adalah awal dari kegiatan baru mereka mencari masa lalu serrafonna. Foto hitam putih yang kabur itu diperbanyak puluhan ribu lembar dan disebar ke seluruh jaringan kepolisian di seluruh ngeri. Sebagai anak satu-satunya dari bekas pejabat yang cukup berpengaruh di kota itu, Serrafonna mendapatkan dukungan dari seluruh kantor kearsipan, kantor surat kabar, dan kantor catatan sipil. Ia membentuk yayasan—yayasan untuk untuk mendapatkan data dari seluruh panti—panti orang jompo dan badan-badan social di seluruh negeri dan mencari data tentang seorang wanita.
Los Felidas adalah nama sebuah jalan di ibu kota sebuah Negara di amerika selatan, yang terletak di kawasan terkumuh di seluruh kota. Ada sebuah kisah yang menyebabkan jalan itu sangat dikenal, dimulai dari kisah seorang pengemis wanita yang juga ibu seorang gadis kecil, tidak seorangpun yang tahu nama aslinya, tapi beberapa orang tahu sedikit masa lalunya, yaitu bahwa ia bukan penduduk asli di situ, melainkan dibawa oleh suaminya dari kampung halmannya.
Seperti kebanyakan kota besar di dunia ini, kehidupan masyarakat kota terlalu berat, dan belum setahun mereka di kota itu mereka kehabisan seluruh uangnya. Pada suatu pagi, mereka sadar bahwa mereka tidak tahu di mana mereka tidur malam nanti dan tidak sepeser pun uang ada di kantong. Padahal, mereka sedang menggendong bayi mereka yang ber umur 1 tahun. Dalam keadaan panik dan putus asa, mereka berjalan dari satu jalan ke jalan lainnya dan akhirnya tiba di sebuah jalan sepi di mana puing-puing sebuah toko seperti memberi mereka sedikit tempat untuk berteduh.
Saat itu angin desember bertiup kencang, membawa titik-titik air yang dingin, ketika mereka beristirahat di bawah atap toko itu, sang suami berkata, “saya Harus meninggalkan kalian sekarang. Saya harus mendapatkan pekerjaan, apa pun, kalau tidak malam nanti kita akan tidur di sini.”
Setelah mencium bayinya, ia pergi dan tidak pernah kembali lagi. Tak seorang pun yang tahu pasti ke mana pria itu pergi, tapi beberapa orang seperti melihatnya menumpang kapal yang menuju afrika selama beberapa hari berikutnya, sang ibu yang malang terus menunggu kedatangan suaminya dan bila malam tidur di emperan toko. Pada hari ketiga, ketika mereka sudah kehabisan susu, orang-orang yang lewat mulai memberi mereka uang kecil dan jadilah mereka pengemis di sana selama 6 bulan berikutnya.
Pada suatu hari, tergerak oleh semangat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, ibu itu bangkit dan memutuskan untuk bekerja. Masalahnya adalah di mana ia harus menitipkan anaknya yang kini sudah hampir 2 tahun dan tampak amat cantik jelita. Tampaknya tidak ada jalan lain, kecuali meninggalkan anak itu di situ dan berharap agar nasib tidak memperburuk keadaan mereka.
Suatu pagi, ia berpesan pada anaknya agar ia tidak ke mana-mana, tidak ikut siapa pun yang mengajaknya pergi atau menawarkan gula-gula. Pendek kata, gadis kecil itu tidak boleh berhubungan dengan siapa pun selama ibunya tidak di tempat.
“Dalam beberapa hari, mama akan mendapatkan cukup uang utnuk menyewa kamar kecil yang berpintu dan kita tidak lagi tidur dengan angin di rambut kita.”
Gadis itu mematuhi pesan ibunya dengan penuh kesungguhan. Maka, sang ibu mengatur kotak kardus di mana mereka tinggal selama 7 bulan agar tampak kosong dan membaringkan anaknya dengan hati-hati di dalamnya. Di sebelahnya, ia meletakkan sepotong roti. Kemudian, dengan mata basah ibu itu menuju ke pabrik sepatu di mana ia bekerja sebagai pemotong kulit. Begitulah kehidupan mereka selama beberapa hari hingga di kantong sang ibu kini terdapat cukup uang untuk menyewa sebuah kamar berpintu di daerah kumuh. Dengan suka cita, ia menuju ke penginapan orang-orang miskin itu dan membayar uang muka sewa kamarnya. Tapi, siang itu juga ketika sang ibu sedang bekerja, sepasang suami istri pengemis yang moralnya amat rendah menculik gadis cilik itu dengan paksa dan membawanya sejauh 300 kilo meter ke pusat kota
Di situ, mereka mendandani gadis cilik itu dengan baju baru, membedaki wajahnya, menyisiri rambutnya, dan membawanya ke sebuah rumah mewah di pusat kota. Disitu gadis cilik itu dijual. Pembelinya adalah pasangan suami istri dokter yang kaya yang tidak pernah bisa punya anak sendiri walaupun mereka telah menikah selama 18 tahun.
Mereka memberi nama anak gadis itu Serrafona dan memanjakannya dengan amat sangat. Di tengah-tengan kemewahan istana itulah, gadis kecil itu tumbuh dewasa. Ia belajar kebiasaan-kebiasaan orang terpelajar seperti merangkai bunga, menulis puisi dan bermain piano. Ia bergabung dengan kalangan-kalangan kelas atas dan mengendarai Mercedes benz ke mana pun ia pergi. Satu hal yang baru terjadi menyusul hal lainnya dan bumi terus berputar tanpa kenal istirahat
Pada umurnya yang ke-24, serrafona dikenal sebagai anak gadis Guberbur yang amat jelita, yang pandai bermain piano yang aktif beribadah dan yang sedang menyelesaikan gelar dokternya. Ia adalah figur gadis yagn menjadi impian tiap pemuda, tapi cintanya direbut oleh seorang dokter muda yang welas asih bernama Geraldo.
Setahun setelah perkawinan mereka, ayahnya wafat dan serrafona beserta suaminya mewarisi beberapa perusahaan dan sebuah real estate sebesar 14 hektar yang diisi dengan taman bunga dan istana yang paling megah di kota itu. Menjelang hari ulang tahunnya yang ke-27, sesuatu terjadi yang mengubah kehidupan wanita itu.
Pagi itu, Serrafona sedang membersihkan kamar mendiang ayahnya yang sudah tidak pernah dipakai lagi dan di laci meja kerja ayahnya ia melihat selembar foto suami sitri. Selimut yang dipakai untuk menggendong bayi itu lusuh dan bayi itu sendiri tampak tidak terurus karena walaupun wajahnya dilapisi bedak, tetapi rambutnya tetap kusam. Sesuatu di telinga kiri bayi itu membuat jantungnya berdegup kencang. Ia mengambil kaca pembesar dan mengonsentrasikan pandangannya pada telinga kiri bayi itu. Kemudian, ia membuka lemarinya sendiri dan mengeluarkan sebuah kotak kayu mahoni.
Di dalam kotak itu, dia menyimpan seluruh barang-barang pribadinya dari kalung-kalung berlian hingga surat-surat peribadi. Tapi, di antara benda-bernda mewah itu terdapat sesuatu terbungkus kapas kecil, sebentuk anting-anting melingkar yang amat sederhana, ringan, dan bukan emas murni.
Ibunya almarhum memberinya benda itu. Ia sempat bertanya dimana yang satunya. Ibunya menjawab bahwa hanya itu yang ia punya. Serrafona menaruh anting-anting itu di dekat foto. Sekali lagi, ia mengerahkan seluruh kemampuan melihatnya dan perlahan-lahan air matanya berlinang. Kini, tak ada keragu-raguan lagi bahwa bayi itu adalah dirinya sendiri.
Tapi, pria dan wanita yang menggendongnya, yang tersenyum dibuat-buat itu belum pernah dilihatnya sama sekali. Foto itu seolah membuka pintu lebar-lebar pada ruangan yang selama ini mengungkungi pertanyaan –pertanyaannya, misalnya kenapa bentuk wajahnya berbeda dengan wajah kedua orang tuannya kenapa ia tidak menuruni golongan darah ayahnya.
Saat itulah. Sepotong ingatan yang sudah seperempat abad terpendam, berkilat di benaknya bayangan seorang wanita membelai kepalanya. Dan mendekapnya di dada. Di ruangan itu. Mendadak serrafona merasakan betapa dinginnya sekelilingnya, tetapi ia juga merasa berapa hangatnya kasih sayang dan rasa aman yang dipancarkan dari dada wanita itu.
Ia seolah merasakan dan mendengar lewat dekapan bersama. Matanya basah ketika ia keluar dari kamar dan menghampiri suaminya yang sedang membaca Koran,”Geraldo, saya adalah anak seorang pengemis dan mungkinkah ibu saya masih ada di jalan sekarang setelah 25 tahun”
Itu adalah awal dari kegiatan baru mereka mencari masa lalu serrafonna. Foto hitam putih yang kabur itu diperbanyak puluhan ribu lembar dan disebar ke seluruh jaringan kepolisian di seluruh ngeri. Sebagai anak satu-satunya dari bekas pejabat yang cukup berpengaruh di kota itu, Serrafonna mendapatkan dukungan dari seluruh kantor kearsipan, kantor surat kabar, dan kantor catatan sipil. Ia membentuk yayasan—yayasan untuk untuk mendapatkan data dari seluruh panti—panti orang jompo dan badan-badan social di seluruh negeri dan mencari data tentang seorang wanita.
Bulan demi bulan lewat, tapi tak ada perkembangan apa pun dari usahanya. Mencari seorang wanita yang mengemis 25 tahun yang lalu di negeri dengan populasi 90 juta bukan sesuatu yang mudah. Tapi, serrafona tidak punya pikiran untuk menyerah. Dibantu suaminya yang begitu penuh pengertian, mereka terus-menerus meningkatkan pencarian mereka. Kini, tiap kali bermobil, mereka sengaja memilih daerah-daerah kumuh, sekedar untuk lebih akrab dengan nasib baik.
Terkadang, ia berharap agar ibunya sudah almarhum sehingga ia tidak terlalu menanggung dosa mengabaikannya selama seperempat abad. Tetapi, ia tahu entah kemana bagaimana bahwa ibunya masih ada dan sedang menantinya sekarang. Ia memberi tahu suaminya keyakinan itu berkali-kali dan suaminya mengangguk-angguk penuh pengertian
Pagi, siang dan sore ia berdoa,"Ya Allah, izinkan saya untuk satu permintaan terbesar dalam hidup saya. Temukan saya dengan ibu saya."
Allah yang Maha Mendengar, mengabulkan do'a wanita bijak itu. Suatu sore, mereka tahu bahwa ada seorang wanita yang mungkin bisa membantu mereka menemukan ibunya tanpa membuang waktu, mereka terbang ke tempat itu. Sebuah rumah kumuh di daerah lampu merah, 600 km dari kota mereka. Sekali melihat, mereka tahu bahwa wanita yang separuh buta itu yang kini terbaring sekarat adalah wanita di dalam foto
Dengan suara putus-putus, wanita itu mengakui bahwa ia memang pernah mencuri seorang gadis kecil di tepi jalan sekitar 25 tahun yang lalu. Tidak banyak yang diingatnya, tapi di luar dugaan ia masih ingat kota dan bahkan potongan jalan di mana ia mengincar gadi kecil itu dan kemudian menculiknya. Serrafona memberi anak perempuan yang menjaga wanita itu sejumlah uang, dan malam itu juga mereka mengunjungi kota di mana serrafona diculik.
Mereka tinggal di sebuah hotel mewah dan mengerahkan orang-orang mereka untuk mencari nama jalan itu. Semalaman serrafona tidak bisa tidur. Untuk kesekian kalinya ia bertanya-tanya kenapa begitu yakin bahwa ibunya masih hidup sekarang dan sedang menunggunya. Ia tetap tidak tahu jawannya.
Dua hari lewat tanpa kabar. Pada hari ketiga, pukul 18.00, mereka menerima telepon dari salah seorang staff mereka."Allah Maha Pengasih, Nyonya, kalau memang Tuhan mengizinkan, kami mungkin telah menemukan ibu nyonya. Hanya cepat sedikit, waktunya mungkin tidak banyak lagi,"
Mobil mereka memasuki sebuah jalanan yang sepi, di pinggiran kota yang kumuh dan banyak angin rumah-rumah di sepanjang jalan itu tua-tua dan kusam. Satu, dua anak kecil tanpa baju bermain-main di tepi jaln.
Dari jalanan pertama, mobil berbelok lagi ke jalanan yang lebih kecil kemudian masih belok lagi ke jalanan berikutnya yang lebih kecil. Semakin lama mereka masuk dalam lingkungan yang semakin menunjukkan kemiskinan tubuh serrafona gemetar. Ia seorah bisa mendengar pangilan itu,"lekas, Serrafona, mama menunggumu, sayang."
Ia mulai berdoa,"Ya Allah, beri saya setahun untuk melayani mama. Saya akan melakukan apa saja,"
Ketika mobil berbelok memasuki jalan yang lebin kecil ia bisa membaui kemiskinan yang amat sangat ia berdoa, "Ya Allah, beri saya sebulan saja,"
Mobil belok lagi ke jalan yang lebih kecil dan angin yang penuh derita bertiup, berebut masuk melewati celah jendela mobil yang terbuka. Ia mendengar lagi penggilan mamanya dan ia mulai menangis,"Ya Allah. Kalu sebulan terlalu banyak cukup beri kami seminggu untuk saling memanjakan."
Ketika mereka masuk belokan terakhir, tubuhnya menggigil begitu hebat sehingga Geraldo memeluk nya erat-erat. Jalan itu bernama Los Felidas. Panjangnya sekitar 180 meter dan hanya kekumuhan yang tampak dari sisi ke sisi dari ujung ke ujung. Di tengah-tengah jalan itu, di depan puing-puing sebuah toko. Tampak onggokan sampah dan kantong-kantong plastik dan di tengah-tengahnya terbaring seorang wanita tua dengan pakaian sehitam jelaga, tidak bergerak-gerak
Mobil mereka berhenti di antara 4 mobil mewah lainnya dan 3 mobil polisi. Di belakang mereka sebuah ambulans berhenti diikuti empat mobil rumah sakit lain. Dari kanan kiri muncul pengemis-pengemis yang segera memenuhi tempat itu.
"Belum bergerak dari tadi." Lapor salah seorang. Pandangan serrafona gelap, tapi ia menguatkan dirinya untuk meraih kesadarannya dan turun, suaminya dengan sigap sudah meloncat keluar , memburu ibu mertuanya.
"Serrafona memandang tembok di hadapannya dan ingat saat menyandarkan kepalanya ke situ. Ia memandang lantai di kakinya dan ingat ketika ia berlajar berjalan. Ia membaui jalanan yang busuk, tapi mengingatkan pada masa kecilnya. Air matanya mengalir keluar ketika ia melihat suaminya menyuntikkan sesuatu ke tangan wanita yang terbaring itu dan memberinya isyarat untuk mendekat.
"Ya Allah, ia meminta dengan seluruh jiwa raganya. Berikan kami sehari, Ya Allah. Biarlah saya membiarkan mama mendekap saya dan memberi tahunya bahwa selama 25 tahun ini hidup saya amat bahagi jadi mama tidak menyia-nyiakan saya."
Ia berlutut dan meraih kepala wanita itu ke dadanya. Wanita tua itu perlahan membuka matanya dan memandang keliling, ke arah kerumuanan orang-orang berbaju mewah dan perlente, kea rah mobil-mobil yang mengkilat dan ke arah wajah penuh air mata yang tampak seperti wajahnya sendiri ketika ia masih muda.
"mama." Ia mendengar suara itu dan ia tahu bahwa apa yang di tunggunya tiap malam dan tiap hari kini menjadi kenyataan. Ia tersenyum dan dengan seluruh kekuatannya menarik lagi jiwanya yang akan lepas. Perlahan ia membuka genggaman tangannya, tampak sebentuk anting-anting yang sudah menghitam. Serrafona mengangguk dan tanpa peduli sekelilingnya berbaring di atas jalanan itu dan merebahkan kepalanya di dada mamanya.
"mama, saya tinggal di istana dan makan enak tiap mau bisa kita lakukan bersama-sama. Mama ingin makan, ingin tidur, ingin bertamasya, apa pun bisa kita bicarakan. Mama jangan pergi dulu. Mama..."
Ketika telinganya menangkap detak jantung yang melemah, ia berdoa lagi kepada Allah, "Ya Allah Yang Maha Pengasih dan Pemberi, satu jam saja, satu jam saja, satu jam yaa Allah......"
Tapi, dada yang didengarnya kian sunyi, sesunyi senja dan puluhan orang yang membisu. Hanya senyum sang mama itu, yang menandakan bahwa penantiannya selama seperempat abad tidak berakhir sia-sia
Sahabat, mungkin saat ini kita sedang beruntung hidup di tengan kemewahan dan kondisi berkecukupan. Mungkin kita mendapatkannya dari hasil keringat sendiri tanpa bantuan orang tua kita. Namun, yang perlu kita sadari, bahwa orang tua kita senantiasa mengingat dan mendo'akan kita.
Sahabat, jangan banyak pikir panjang, saat ini juga datangi orang tua kita peluk dan cium dia, berikan sesuatu yang membuat mereka tersenyum, namun jika Anda jauh silahkan telpon segera dan katakana sesuatu yang membuat mereka tersenyum bahagia.
No comments:
Post a Comment