Saturday, April 23, 2011

Hachiko, Kisah anjing yang setia sepanjang masa.

Setiap tahun tanggal 8 April di Stasiun Kereta Api Shibuya, ratusan pecinta anjing memberikan hormat kepada seekor anjing yang bernama “Hachiko” atas kesetiaan dan cintanya pada Tuannya sampai akhir hayatnya. Hachiko merupakan kesayangan Dr. Hidesaburo Ueno, seseorang profesor di Universitas Tokyo.

Hachiko lahir di Odate, Jepang bulan November 1923, seekor anjing putih. Sewaktu berumur 2 bulan, ia dibawa ke rumah profesor Ueno di Shibuya. Sudah merupakan kebiasaan Hachiko untuk menunggu Tuannya di stasiun kereta api dan menemani sang Tuan sampai ke rumah.

Tetapi sebuah Tragedi terjadi pada 21 Mei 1925, ketika Dr. Ueno mendadak kena stroke dan meninggal di tempat, universitas ia mengajar. Waktu itu, Hachiko berumur 18 bulan. Menjelang malam udara semakin dingin di stasiun Shibuya. Tapi Hachiko tetap bergeming dengan menahan udara dingin dengan perasaan gelisah. Seharusnya Profesor Ueno sudah kembali, pikirnya. Sambil mondar-mandir di sekitar balkon Hachiko mencoba mengusir kegelisahannya. Beberapa orang yang ada di stasiun merasa iba dengan kesetiaan anjing itu. Ada yang mendekat dan mencoba menghiburnya, namun tetap saja tidak bisa menghilangkan kegelisahannya.

Para pegawai stasiun yang kasihan melihat Hachiko dan penasaran kenapa Profesor Ueno tidak pernah kembali, mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Akhirnya didapat kabar bahwa Profesor Ueno telah meninggal dunia, bahkan telah dimakamkan oleh kerabatnya.

Mereka pun berusaha memberi tahu Hachiko bahwa tuannya tak akan pernah kembali lagi dan membujuk agar dia tidak perlu menunggu terus. Tetapi anjing itu seakan tidak percaya, atau tidak peduli. Dia tetap menunggu dan menunggu tuannya di stasiun itu, seakan dia yakin bahwa tuannya pasti akan kembali. Semakin hari tubuhnya semakin kurus kering karena jarang makan.

Akhirnya tersebarlah berita tentang seekor anjing yang setia terus menunggu tuannya walaupun tuannya sudah meninggal. Warga pun banyak yang datang ingin melihatnya. Banyak yang terharu. Bahkan sebagian sempat menitikkan air matanya ketika melihat dengan mata kepala sendiri seekor anjing yang sedang meringkuk di dekat pintu masuk menunggu tuannya yang sebenarnya tidak pernah akan kembali. Mereka yang simpati itu ada yang memberi makanan, susu, bahkan selimut agar tidak kedinginan.

Hari-hari seterusnya dan seterusnya sampai 9 tahun kemudian, Hachiko tetap dengan setia kembali ke stasiun dan menunggu tuannya terkasih di stasiun itu. Tidak ada apapun dan siapapun yang dapat menghalangi niat Hachiko untuk tetap kembali menunggu tuannya. Penantiannya hingga sampai akhir hayatnya, di bulan Maret 1934. Itulah pertama kali dan seterusnya Hachiko tidak tampak lagi di stasiun Shibuya.

Setelah kematiannya, dan untuk mengenang atas kesetiaannya, masyarakat dan pemerintah jepang membuat sebuah patung Hachiko ditempatkan di bagian luar tunggu Stasiun Kereta Api Shibuya.
Patung Hachiko yang ada di Shibuya                                
Gambar Asli si Hachiko


 
Profesor Hidesaburo Ueno
 
Makam prof. Hidesaburo Ueno, makam Hachiko ada disampingnya

Jasad Hachiko yang telah di Offset Sekarang di Museum of Nature and Science Tokyo










Hachiko memang hanya seekor anjing. Namun, kesetiaannya telah melampaui batas-batas dunianya dan menginspirasi ribuan orang yang hampir tiap minggu selalu berlalu lalang di depan patungnya di Shibuya. Monumen Hachiko memang menjadi tempat yang paling sering digunakan untuk janji bertemu di kawasan Stasiun Shibuya. Beberapa muda-mudi Jepang pun sering memadu janji setia di depan patung Hachiko. Seolah-olah Hachiko menjadi simbol bagi janji dan kesetiaan. Tentu saja, sebuah kesetiaan yang yang tulus, yang terbawa sampai mati dan tak lekang ditelan waktu.

Film ttg kisah hachiko dibuat di jepang tahun 1987 dgn judul "Hachiko Monagatari". Film ini byk memperoleh penghargaan..

Dan saat ini versi hollywoodnya telah dbuat dgn judul "Hachiko : A Dog's Story" (Starring and Co-Producted by Richard Gere).

No comments: